Optimalkan Peran “Sipandu Beradat” Jelang Lebaran dan KTT G20

RAKOR Forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) pada Selasa (26/4/2022) di Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Rapat koordinasi (rakor) Forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) digelar pada Selasa (26/4/2022) di Gedung Lembah Pujian, Peguyangan Kangin, Kota Denpasar. Rapat ini membahas mengenai pengoptimalan fungsi dari Sipandu Beradat sebagai mitra dari aparat penegak hukum.

Rakor dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara; Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas; Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, A.A Ketut Sudiana; Ketua MDA Kabupaten Badung, A.A Putu Sutarja; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, A.A Ngurah Gede Darma Putra Atmadja; dan 50 perwakilan desa adat serta jajaran Polresta Denpasar.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan ini, Kapolresta Denpasar memaparkan Forum Sipandu Beradat memiliki fungsi pre-emtif dan preventif. Dalam melaksanakan fungsi pre-emtif, Forum Sipandu Beradat memiliki tugas mengumpulkan data yang berpotensi memunculkan situasi gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan, dan kerawanan sosial.

Selain itu, menerima laporan terjadinya potensi gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan, dan kerawanan sosial; menganalisis data dan laporan mengenai potensi terjadinya gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan, dan kerawanan sosial; melaporkan temuan/potensi gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan, dan kerawanan sosial kepada pejabat yang berwenang.

Baca juga :  Hasil Survei ''Si Poleng Ngayah'' Polres Buleleng Kategori Sangat Baik

“Demikian juga dalam menjaga kenyamanan dan keamanan di desa-desa adat menjelang mudik Lebaran, khususnya untuk rumah-rumah yang ditinggal selama mudik, serta menciptakan Kota Denpasar kondusif menyambut gelaran Presidensi G20,” kata AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Wali Kota Jaya Negara menyambut baik dilaksanakannya rakor ini karena merupakan ajang peningkatan komunikasi dan optimalisasi, dari bendesa adat dan pecalang, kepolisianserta pihak terkait, dalam menjalankan fungsi pencegahan dini serta meyelesaikan masalah di tingkat desa adat.

Sipandu Beradat Kota Denpasar diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan warganya, menjaga adat dan tradisi seni dan budaya, sehingga bisa menjadi cerminan Provinsi Bali secara keseluruhan. “Dan ini dapat menciptakan citra positif untuk terselenggaranya KTT G20 tahun 2022, serta menjaga situasi kondusif dan kelancaran arus mudik di Kota Denpasar,” ujarnya.

Selebihnya, Jaya Negara berharap Sipandu Beradat dapat dijadikan sebagai leading sector dalam bidang keamanan lingkungan berbasis desa adat. Sehingga mampu memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa keamanan Kota Denpasar menjadi jaminan bagi dunia internasional. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.