Operasi Prokes, Tim Gabungan Yustisi Denpasar Kembali Temukan 5 Pelanggar

  • Whatsapp
SEORANG warga yang melintas tanpa memakai masker terjaring operasi Tim Gabungan Yustisi Denpasar. foto: ist

DENPASAR – Dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19, Tim Gabungan Yustisi Denpasar yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar secara berkelanjutan melaksanakan operasi penertiban disiplin dan penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Prokes), Rabu (23/9/2020) yang menyasar Jalan Tukad Pancoran dan Jalan Danau Tamblingan.

Hasilnya? Menurut Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, dalam operasi itu, pihaknya menemukan 5 pelanggar, dimana 4 orang tidak menggunakan masker dan 1 orang menggunakan masker, tapi tidak pada tempatnya.

Bacaan Lainnya

”Dari 4 orang yang tidak menggunakan masker itu, 2 orang diantaranya langsung didenda di tempat sebesar Rp100 ribu sesuai Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan,” jelas Sayoga.

Sementara dua pelanggar lainnya merupakan warga negara asing (WNA), hanya diberikan pembinaan karena masih anak-anak dibawah umur. “Karena dibawah umur dua orang anak anak kecil tersebut dan satu orang warga negara asing yang menggunakan masker tidak pada tempatnya, hanya diberikan pembinaan agar tidak melanggar kembali,” jelas Sayoga.

Sebelumnya juga dilakukan operasi serupa Senin (21/9/2020) di Jalan WR. Supratman. Hasilnya? ditemukan 10 orang yang melanggar dan langsung didenda di tempat. Kegiatan yang sama juga digelar Selasa (22/9/2020) di Jalan Sudirman, tepatnya depan Kantor Pengadilan Negeri Denpasar, dimana hasilnya ditemukan 1 orang pelanggar dan langsung didenda Rp100 ribu.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 88 Orang, Positif 47, Meninggal Nihil

Sayoga juga kembali menegaskan, kegiatan ini bukan semata mata mencari kesalahan orang, namun untuk mengedukasi masyarakat bahwa mengikuti protokol kesehatan itu sangat penting, sehingga penularan covid-19 dapat dicegah dengan demikian perekonomian bisa kembali normal. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.