DENPASAR – Pandemi sejak Maret 2020 meredupkan geliat pariwisata di Bali, dan khususnya Kota Denpasar mulai dijajaki untuk dibangunkan dari masa hibernasi. Pemerintah Kota (Pemkot) mencanangkan hal ini bersamaan dengan hari baik adat Purnama Kasa.
Pemkot Denpasar bersamaan dengan momentum ini berupaya mewujudkan Denpasar Smart City, dengan mendorong masyarakat untuk lebih sadar budaya. Mengajak masyarakat yang tidak hanya berkontribusi terhadap perputaran roda ekonomi di Kota Denpasar, namun juga meningkatkan budaya kesadaran ramah lingkungan.
“Terwujudnya ekosistem wilayah yang ramah lingkungan, merupakan salah satu bentuk sadar budaya dalam konsep Smart City. Kita lihat sendiri selama masa pandemi ini tingkat aktivitas pariwisata rendah, namun tingkat emisi gas karbon juga ikut rendah. Kami berharap pada saat aktivitas pariwisata meningkat, tapi emisi gas karbon tetap rendah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Jumat (3/7/2020) di Denpasar.
Momentum ini diharapkan dapat didukung seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Denpasar. Pertamina yang pada kesempatan bertemu dengan Sekda tersebut diwakili Region Manager Sales Retail Region V, I Ketut Permadi Aryakumara, menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran aktif dalam mendukung rencana Pemkot tersebut.
“Kami akan menyiapkan program agar masyarakat dapat merasakan dampak positif penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan rencana pemerintah daerah agar dapat mengedukasi dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi gas karbon,” ujar Ketut Permadi.
Purnama Kase sebagai hari baik dalam adat masyarakat Bali, merupakan momentum untuk menjadi lebih baik lagi, dalam segala aspek. Termasuk yang utama adalah lebih menghargai dan memberikan lebih bagi lingkungan yang menjadi daya tarik destinasi tersendiri bagi Bali dan penghidupan masyarakatnya. yes
























