‘’Mepatung” Sambut Hari Pagerwesi, Cara Cakrawayu Buleleng Rawat Tradisi

  • Whatsapp
CAKRAWAYU Buleleng melaksanakan tradisi mepatung daging babi jelang hari raya Pagerwesi. Foto: ist
CAKRAWAYU Buleleng melaksanakan tradisi mepatung daging babi jelang hari raya Pagerwesi. Foto: ist

BULELENG – Bagi sebagian besar umat Hindu di Kabupaten Buleleng, hari raya Pagerwesi, Rabu (3/2/2021) merupakan hari raya besar yang disambut layaknya seperti hari raya Galungan dan Kuningan. Hari raya Pegerwesi yang jatuhnya setiap Buda Kliwon Wuku Sinta ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sang Hyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta).

Cakrawayu DPC Buleleng memaknai hari suci ini dengan tetap merawat tradisi mepatung (berbagi) daging babi kepada anggotanya yang berjumlah 50 orang lebih, Selasa (2/2/2021). Masing-masing anggota mendapat bagian sekitar 4-5 kg daging babi.

Bacaan Lainnya

Ketua Cakrawayu DPC Buleleng, Ketut Mertayasa, mengungkapkan, tradisi mepatung daging babi tetap dipertahankan dengan tujuan untuk membangkitkan dan merawat tradisi Bali dalam beragama Hindu sesuai adat, tradisi, dan budaya Bali. ‘’Secara sederhana, mepatung memiliki filosofi menyembelih sifat-sifat serakah dan suka bertengkar. Acara mepatung ini sekaligus mempererat komunikasi antar-anggota dan meningkatkan militansi sebagai pejuang Hindu sesuai adat, tradisi, dan budaya Bali di dalam Naungan Cakrawayu,’’ ulasnya.

Pembina Cakrawayu Buleleng, Gusti Nyoman Widnyana, menambahkan, mepatung sudah ada sejak zaman dahulu yang bertujuan untuk meringankan beban semeton Bali, utamanya saat berhadapan dengan berbagai macam hari raya di Bali. Tradisi itu juga sebagai sarana untuk mengikat tali pesemetonan nyama Bali.

Baca juga :  Lanang Mantra Garap Ogoh-ogoh dari Barang Bekas

Ia berharap tradisi mepatung agar dipertahankan di era globalisasi ini. ‘’Kita perlu tetap memupuk tali pasemetonan antar krama Bali guna menciptakan keharmosisan hubungan antar sesama manusia,’’ pungkas pria yang kerap di panggil Ajik Aura ini. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.