Menparekraf Sandiaga Catat Tiga Hal setelah 3 Hari Berkantor di Bali

  • Whatsapp
MENPAREKRAF Sandiaga Salahuddin Uno (depan kedua dari kanan) saat meninjau kawasan wisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis (11/2/2021) sekaligus berdiskusi langsung dengan pengelola dan pelaku pariwisata setempat yang mengalami penurunan pendapatan karena minimnya kunjungan wisatawan akibat pandemi Covid-19. foto: antaranews

Masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali memberikan sinyal kesiapan untuk Bali kembali segera dibuka dengan satu mekanisme ‘free covid corridors’

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekeaf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mencatat tiga hal khusus selama tiga hari berkantor dan bertemu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sejak Kamis (10/2/2021) hingga Sabtu (12/2/2021).

Bacaan Lainnya

“Masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali memberikan sinyal kesiapan untuk Bali kembali segera dibuka dengan satu mekanisme ‘free covid corridors’,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Minggu (14/2/2021).

Pertama; adalah keinginan dan kesiapan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali untuk segera dibukanya perbatasan dalam satu mekanisme “travel bubble”. Termasuk aspirasi dari Pelindo III yang menginginkan pintu masuk wisman melalui laut juga bisa dibuka nantinya.

Menparekraf akan menyampaikan aspirasi ini ke pihak terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, dan lainnya untuk mematangkan perencanaan.

Termasuk mengkaji untuk dimungkinkannya melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bali juga Satgas Penanganan Covid-19 pada bulan Maret 2021.

Sebelumnya saat hadir di acara Rakerda PHRI DPD Bali, Sandiaga mengatakan, “travel bubble” nantinya akan mengusung konsep “free covid corridors” atau koridor bebas CovidD-19.

Baca juga :  Di Bali, Positif Covid-19 Bertambah 22 Orang, Didominasi Transmisi Lokal

Sebagai persiapan, Sandiaga meminta pelaku usaha pariwisata disiplin menerapkan protokol “clean, healthy, safety, and environtment sustainability” atau CHSE.

Kedua; adalah harapan dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif Bali untuk mendapatkan prioritas vaksinasi. “Termasuk juga beberapa program stimulus seperti ‘softloan’, program padat karya, dana hibah pariwisata, program BISA, serta sertifikasi CHSE,” kata Sandiaga, yang dilansir dari antaranews.

Terakhir (ketiga); ia melihat masyarakat Bali sudah siap menjalankan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) serta 3T (“testing, tracing, and treatment”).

“Insya Allah kita akan mewujudkan ini, segera, saya berkomitmen karena kita ingin sama-sama segera keluar dari pandemi dan himpitan ekonomi,” pungkas Sandiaga Uno. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.