Harapkan Masyarakat Cari Informasi Resmi Terkait Perkembangan Covid-19 di Bali

Prof. Made Damriyasa
Prof. Made Damriyasa

“Belakangan Ini Banyak Informasi Aba-abal”

DENPASAR – Kordinator Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali (Pokli Gubernur) Prof. Made Damriyasa mengharapkan, masyarakat yang ingin mengetahui soal perkembangan wabah covid-19 (Corona) hendaknya mencari informasi di sumber resmi. Belakangan banyak informasi abal-abal muncul di masyarakat, sehingga masyarakat menjadi bingung dan ragu.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan Gubernur Bali sudah membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19 diketuai Sekda Bali Dewa Made Indra. Posko Satgas di Kantor BPBD Bali, Call Center 1500451 dan 0361-251177 dengan WA 085792240799.

“Kalau ada yang ingin koment, memberikan masukan, membantu pemerintah Bali dalam membuat kebijakan, bahkan memberikan kritik sekali pun – hendaknya didasarkan atau berdasarjan rujukan informasi yang ada di Posko Satgas Covid-19 Bali itu. Jangan atas dasar kebencian, tidak senang atau sifat iri, apalagi ingin membuat Bali gaduh,” kata Prof Damriyasa yang sehari-hari juga Rektor UNHI itu.

Pokli Pembangunan Gubernur Bali sifanya pendampingan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga Pimpinan OPD dapat bekerja lebih gesit dan lebih cepat. Pokli tidak memiliki semangat dan sifat ABS (Asal Bapak Senang), sebab kajian-kajian yang dibuat berdasarkan pemikiran akademis yang harus ilmiah, jujur dan akuntabel.

Baca juga :  Petani Cabai di Bangli Gelisah Akibat Serangan Antraknosa

Di bagian lain, anggota Pokli Prof Made Sudiana mengatakan, sebagai ilmuwan ia menyesalkan ada pihak berpendapat Pokli sebagai pedamping Gubernur Bali hanya ABS menghadapi wabah Corona di Bali. Malahan ada yang mengatakan melalui media sosial, Gubernur memiliki buzzer dengan melakukan fitnah terhadap kalangan yang memberikan kritik kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Ia mengatakan, tuduhan tersebut mengada-ada. Kalau itu benar ada fitnah, jangan-jangan dilakukan pihak lain mengatasnamakan orang dekat Gubernur Bali. Atau ia bikin sendiri, kemudian dibantah sendiri. Sekarang zaman sosial media, di mana setiap individu bebas menulis apa maunya lewat akun masing-masing.

Sudiana beranggapan, aturan dan protokol yang dilakukan dalam menangani Corona di Bali sudah jelas. Setiap sore Ketua Satgas, Sekda Bali melakukan jumpa pers dengan terbuka mengenai perkembangan virus, dan cara penanganannya.

“Kalau saja setiap pihak yang kritis mau membaca dan melihat perkembangan tersebut di media massa, maka mereka akan memahami apa yang dilakukan Satgas Covid-19 Bali itu,” kata Prof Made Sudiana.

Sementara itu, Made Sujaya mantan Kadis Kominfos Bali yang kini ikut terlibat di Pokli Gubernur Bidang Telekomunikasi, Informasi dan Komunikasi (TIK) mengatakan, Kominfos Bali sudah menyiapkan berbagai informasi yang lengkap soal wabah Corona. Jika ada yang memerlukan, silakan kontak Satgas melalui saluran telepon atau Wasthap yang ada. Ia mengharapkan, jangan percaya dengan informasi abal-abal yang berlliweran di sosial media. belakangan ini.

Baca juga :  Ketut Rudia: Perlu Ubah Kewenangan Atributif Lembaga

Ia mengajak semua pihak bersatupadu mengatasi Corona di Bali khususnya, sebab kita merupakan daerah terbuka sebagai obyek turis internasional. Corona tidak akan selesai dengan ucapan nyinyir di media sosial. 021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.