Masata dan QuKerja Latih SDM Pariwisata Berkualitas

PEMBANTU Direktur Poltekpar Lombok, Amirosa Ria Satiadji bersama Ketua Umum DPP Masata, Priskhianto, menunjukkan MoU kerja sama untuk menjaring lulusan Poltekpar Pariwisata Lombok untuk dapat terserap ke berbagai negara di Dunia. Foto: ist

MATARAM – Masyarakat Sadar Wisata (Masata) menggandeng perusahaan job portal yakni, QuKerja, melakukan penandatanganan kerja sama dengan Poltekpar Lombok. Direncanakan, para lulusan Poltekpar Lombok yang memiliki kompetensi perhotelan dan ahli kepariwisataan akan disalurkan QuKerja ke sejumlah negara di dunia yang menjadi mitranya.

QuKerja dikenal selama ini memiliki pengalaman menyalurkan tenaga skill dan keahlian calon tenaga kerja ke luar negeri bersama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang tercatat resmi di Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Bacaan Lainnya

Ketua Umum DPP Masata, Priskhianto, mengatakan, bahwa adanya MoU yang sudah ditandatangi tersebut akan memudahkan pihaknya memfasilitasi lulusan Poltekpar Lombok untuk dapat diterima di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Terlebih, Masata telah memiliki 30 DPD se-Indonesia.

‘’Yang pasti, MoU ini adalah bentuk kami fokus untuk penciptaan lapangan pekerjaan bagi tenaga-tenaga yang memiliki skill. Sedangkan Poltekpar sebagai pencetak dan penyedia tenaga ahli kepariwisataan,’’ ujar Priskhianto, Sabtu (3/9/2022).

Menurut dia, sebagai wujud akselerasi pada program Kementerian Pariwisata sebagai mitra Masata, maka pihaknya menggandeng perusahaan job portal yakni, QuKerja, dalam rangka pengembangan dan peningkatan SDM pariwisata.

Lantaran kepengurusan DPD Masata NTB dinilai salah satu yang aktif perannya dalam membangun kepariwisataan di Bumi Gora selama ini, maka DPP menjadikan Provinsi NTB sebagai pilot project pengembangannya.

‘’Jadi, DPD Masata NTB akan menjadi contoh DPD lainnya di Indonesia dalam rangka penanganan pariwisata bisa berkelanjutan melalui MoU yang sudah ditandatangani tersebut,’’ tegas Priskhianto.

Priskhianto yang juga menjabat Direktur QuKerja ini, mendaku bahwa, peningkatan SDM pariwisata yang selanjutnya difokuskan pada penyerapan kelulusan Poltekpar di bursa kerja akan terus menjadi inovasi pihaknya. Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk ikut membantu dan bekerjasama secara terbuka dalam rangka pengembangan SDM tersebut.

Terlebih, lanjut dia, Masata sudah berkomitmen akan memberi pelayanan yang excelent (terbaik) kepada wisatawan. ‘’Langkah ini adalah upaya kita agar wisatawan yang datang ke Indonesia, tidak kapok untuk berkunjung lagi. Makanya, pengembangan SDM pariwisata itu, enggak bisa jalan sendiri tapi tetap butuh dukungan dari stakeholder terkait,’’ jelas Priskhianto.

Penandatangan MoU Masata dan QuKerja dengan Poltekpar Lombok berlangsung pada Jumat (2/9/2022) malam lalu di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram, dilakukan langsung Ketua Umum DPP Masata, Priskhianto, dengan Pembantu Direktur Poltekpar Lombok, Amirosa Ria Satiadji.

Tampak, Direktur operasional QuKerja, Gatut Setiawan; Waketum SDM Masata sekaligus sebagai Kepala Bagian SDM QuKerja, Abdul Razak; Arie Wiryawan Harun selaku Kabid Infrastruktur Masata dan Direktur Pengembangan Usaha QuKerja. Sedangkan, Direktur Poltekpar Lombok menyaksikan secara daring penandatanganan MoU itu karena sedang berada di Jakarta.

‘’Penandatangan MoU kerjasama Masata dan QuKerja dengan Poltekpar, agar lulusannya tidak sulit mencari pekerjaan. Tapi, tetap para lulusan nya mendownload aplikasi QuKerja yang kita siapkan, sehingga memudahkan mereka dalam mengeksplore diri sesuai job yang diinginkan,’’ jelas Priskhianto.

Ia menambahkan, Pulau Lombok, memiliki keunikan dan lengkap bila dibandingkan destinasi lainnya di Indonesia. Namun, butuh penanganan berkelanjutan alias sustainable tourism. Hal ini agar Lombok bisa memberikan produk wisata yang bisa jadi trigger bagi wisatawan.

‘’Lombok Harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan, apalagi saat ini zaman digital. Sebagai majority muslim memang ada kaidah keimanan yang mereka pegang. Disitu, religi sesuai brand NTB, khususnya Lombok dengan budaya ikonik, seperti Desa Sade, misalnya bisa diangkat mendunia. Kekayaan kerajinan, kuliner juga kan tidak merubah budaya namun kekuatan potensi itulah yang harus dibangun,’’ tandasnya.

Sementara itu, Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja, mengatakan, kerja sama yang berkelanjutan ini selaras dengan penyelenggaraan G20 yang bertema “Recover Together, Recover Stronger”. Kerjasama ini memiliki dampak positif bagi pengembangan SDM pariwisata.

‘’Kerja sama ini memberi manfaat buat kita, karena kerjasama ini bagian penting sebagai indikator penilaian untuk capaian Poltekpar tiap tahunnya. Kekuatan kerjasama kami hadirkan di Poltekpar untuk laksanakan,’’ ungkap Herry secara daring.

Terpisah Ketua DPD Masata NTB, Askar DG Kamis, mengapresiasi upaya DPP Masata yang memberi perhatian khusus kepada NTB dalam hal pengembangan SDM pariwisata.

‘’Terima kasih sudah ke NTB, karena dapat perhatian khusus dari Masata. Masata bisa membantu lebih banyak lagi SDM pariwisata dalam pengembangan skill. Apalagi kita bekerja dua sisi yakni luar dan dalam, Masata memiliki link dalam dan luar negeri sebagai jembatan ke dunia kerja serta pengembangan skill bagi lulusan pariwisata yang ingin bekerja di bidang pariwisata,’’ tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses