Koneksi Internet Syarat Mutlak Wujudkan “Work From Bali”

  • Whatsapp
AAN Adhi Ardhana. Foto: Ist
AAN Adhi Ardhana. Foto: Ist

DENPASAR – Gagasan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), untuk mengundang wisatawan asing bekerja dari Bali (work from Bali) direspons positif DPRD Bali. Hal itu dinilai sebagai upaya bernas menambah segmentasi pasar pariwisata di tengah keterbatasan kondisi akibat pandemi Covid-19. “Bagus sekali ide ini, keren,” kata anggota Komisi II, AA Ngurah Adhi Ardhana, yang dimintai komentar, Minggu (21/6/2020).

Meski secara gagasan bagus, kata Ardhana, ada syarat juga untuk bisa mewujudkan itu yakni ketersediaan infrastruktur layanan internet. Bekerja dari Bali untuk mengurus perusahaan di negara lain semacam itu hanya bisa dijalankan ketika semua wilayah di Bali terkoneksi internet. Ini berarti tidak boleh ada wilayah blank spot. “Kalau masih ada yang belum terjamah internet dan wisatawan itu kebetulan ada di sana, bagaimana dia bisa mengirim data atau transaksi secara virtual misalnya? Hal lain perlu diperhatikan adalah biaya untuk layanan internet itu bisa murah, sehingga tidak menjadi beban bagi wisatawan,” ulas pengusaha pariwisata tersebut.

Baca juga :  Saatnya Semua Harus Memulai Fase ''New Normal'' Hadapi Covid-19

Bahwa gagasan itu secara teknis berarti membuka pintu Bali untuk turis asing dan rentan memantik klaster baru Corona, dia berkata tidak sependapat. Pariwisata, tegasnya, tetap wajib ada di Bali. Sebab, jelasnya, 85 persen roda ekonomi di Bali terkait dengan pariwisata. Ketika membincang mengenai kepariwisataan Bali ke depan, ulasnya, para stakeholder di Bali jelas perlu mempertimbangkan segmen pasar baru. Pasar yang berpotensi menghadirkan pelancong dengan masa tinggal lama, pun selaras dengan upaya mendorong ke pariwisata berkualitas sebagai tulang punggung permintaan.

“Lain, ini lain pokok bahasannya. Kalau bicara Covid, maka temannya adalah protokol dan disiplin. Bicara work from Bali, kita bahas tentang segmentasi pasar,” seru politisi PDIP tersebut.

Baca juga :  Terima Mahasiswa KKN di Tengah Pandemi, Bupati Mas Sumatri Harap Beri Manfaat Bagi Masyarakat

Ardhana tak memungkiri perbaikan ekonomi masing-masing negara butuh waktu tertentu, dan itu membuat gagasan bekerja dari Bali tidak bisa segera terwujud. Hanya, imbuhnya,
ketika Bali terbukti atau terukur tingkat penerapan protokol kesehatan serta disiplin masyarakat diakui oleh dunia, dia optimis respons pasar global akan menggembirakan. Yang penting infrastruktur internet dapat disanggupi oleh pemerintah.

Ayo disiplin, ayo kerjakan dan terapkan protokol kesehatan di seluruh lapisan dan aktivitas masyarakat. Ayo selesaikan target RPJMD Bali di mana Bali memiliki jaring internet (berupa) wifi di seluruh area. Ini kita istilahkan Bali Smart Island (Bali Pulau Pintar)” ulasnya semangat.

Disinggung mengenai aksesbilitas wifi gratis, Ardhana memandang ada tiga kabupaten yang paling siap untuk menjajal program bekerja dari Bali itu. “Badung, Denpasar, dan Gianyar lah,” tandasnya.

Baca juga :  Sebelum Dipindah ke Rutan, Tahanan Kejari Gianyar Jalani Tes Cepat

Sebelumnya, di salah satu media di Bali, Wagub Cok Ace berkata Bali diharap menjadi tenpat strategis wisatawan agar bisa bekerja dari Bali dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Jadi, mereka ke Bali tidak sekadar melancong, tapi memang bekerja dari Bali. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.