DENPASAR – Kelurahan Peguyangan terus gencar mengaktifkan kegiatan bank sampah di setiap banjar. Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi jumlah sampah dan beban pembuangan sampah ke TPS maupun TPA.
Lurah Peguyangan,I Gede Sudi Arcana, mengatakan, di Kelurahan Peguyangan terdapat 13 banjar, dan yang aktif menggelola bank sampah baru 8 banjar. Jadwal penukaran bank sampah dilakukan setiap banjar berbeda-beda. “Untuk hari ini dilaksanakan di Bank Sampah Dahlia, Banjar Benaya. Sampah terkumpul sebanyak 475,1 kilogram,” ujarnya, Minggu (28/8/2022).
Sampah yang ditukarkan oleh masyarakat tersebut lalu dicatat dalam buku tabungan bank sampah. Tabungan sampah itu baru ditukar dengan uang atau ditarik oleh anggota bank sampah itu menjelang hari Galungan.
Sudi Arcana menjelaskan, Bank Sampah Dahlia merupakan bank sampah yang diluncurkan pertama dan pengelolanya adalah kader PKK, penanggungjawab Klian Banjar Benaya. Pihaknya juga bekerjasama dengan Bank Sampah Bali Wastu Lestari dan Bank Sampah Abukasa sebagai motor penggerak bank sampah di Kelurahan Peguyangan sekaligus sebagai pengepul.
Mengingat bank sampah dikelola kader PKK, maka setiap kegiatan banjar atau paruman pihaknya menyosialisasikan bank sampah tersebut. “Sosialisasi terus kami gencarkan agar masyarakat bisa mengelola sampah di sumbernya. Selain mengatasi sampah, mereka juga bisa menambah penghasilan perekonomian,” jelasnya.
Menurut dia, keberadaan bank sampah juga sangat efektif dalam mengatasi sampah di Kota Denpasar. Karena semua sampah bisa dikelola dari rumah. Sampah organik dipakai kompos, sedangkan sampah plastik dan kardus kertas bisa dibawa ke bank sampah. rap
























