Kecipratan Uang Lelah, Beberapa Staf Dispar dan DPMPTSP Kembalikan Dana, Kejari Buleleng Sita Rp502 Juta Lebih

  • Whatsapp
SALAH satu orang mengembalikan dana ke pihak penyidik Kejari Buleleng. Foto: rik
SALAH satu orang mengembalikan dana ke pihak penyidik Kejari Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Beberapa rekanan dan oknum staf di Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng pada Kamis (18/2/2021) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk mengembalikan sejumlah dana yang diterima dari hasil dana hibah PEN Pariwisata yang saat ini bermasalah.

Menariknya, selain rekanan dan staf Dispar, juga ada beberapa staf pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng mendatangi kantor Kejari Buleleng untuk mengembalikan sejumlah uang ke pihak penyidik.

Bacaan Lainnya

Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara, mengatakan, ada 4 orang dipanggil untuk diperiksa. Diakuinya, Dinas Perizinan (DPMPTSP) merupakan salah satu dari tiga instansi lingkup Pemkab Buleleng yang diduga kecipratan dana hibah PEN Pariwisata yang bermasalah tersebut. Tiga staf pada intansi ini mengembalikan dana yang diterima. ‘’Kalau yang lagi dua instansi, belum (mengembalikan),’’ ujar Jayalantara.

Dia menerangkan, tiga orang staf di DPMPTSP Buleleng mengembalikan uang dengan nilai yang bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta. ‘’Ada staf di Dinas Perizinan yang menerima sebesar Rp2 juta itu dipecah 3. Sudah dikembalikan, Rp1 juta, Rp500 ribu, Rp500 ribu,’’ ungkap Jayalantara.

Dari pengakuan ketiga orang staf di DPMPTSP itu, mereka tidak tahu-menahu asal uang tersebut. Uang itu mereka terima sebagai uang ganti rugi. Mengingat beberapa staf di dinas tersebut terlibat dalam verifikasi daftar penerima hibah pariwisata untuk hotel, bar, dan restoran.

Baca juga :  Disambut Antusias Warga, Seminggu Peminat Melonjak Drastis

Total sudah uang sebesar Rp502 juta lebih yang disita oleh pihak penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng. Terbaru selain dari 3 staf DPMPTSP, juga ada sejumlah staf Dispar mengembalikan uang sebesar Rp1,25 juta, ada dari PT Genta sebesar Rp6,9 juta.Kemudian dari Mimpi Resort Rp2,4 juta.

‘’Kalau di staf Dispar ada terima Rp500 ribu, ada Rp200 ribu. Informasi sampai cleaning service dapat. Istilahnya uang lelah. Uang akan dikumpulin PPTK, akhir tahun diberikan. Kecipratan sedikit-dikit. Masih ada belum dikembalikan, ya kami tunggu niat baik mereka,’’ jelas Jayalantara.

Meski demikian, Kejari Buleleng sejatinya tidak akan memproses orang yang diduga kecipratan dana hibah PEN Pariwisata, asalkan ada itikad baik mereka mengembalikan. Tim penyidik saat ini fokus untuk mencari otak dibalik aksi tindak pidana korupsi ini. ‘’Poin kami yakni mencari yang mempunyai ide atau otak untuk tindak pidana ini,’’ tegas Jayalantara.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Buleleng, Made Kuta, tak menampik jika 3 orang stafnya ikut kecipratan menerima uang hibah PEN tersebut. Namun dia menegaskan, itu merupakan personal bukan atas nama instansi. Pasalnya ketiga stafnya itu ikut melakukan verifikasi daftar penerima hibah PEN untuk hotel, bar, dan restoran.

Kuta mengaku sudah menginterogasi stafnya terkait hal ini. ‘’Dana tidak ada di kami. Staf kami hanya verifikasi. Apa itu dana dari PEN atau pribadi, kami tidak tahu. Tapi pengakuan staf kami, itu katanya diberikan sebagai uang lelah. Bahkan dia (stafnya) ingin minta tandatangan (saat diberikan), tidak dikasik,’’ ungkap Kuta.

Baca juga :  DPRD Buleleng Ajak Masyarakat Tak Khawatir Divaksin

Dia menjelaskan, uang yang diterima stafnya dikatakan sebagai uang lelah itu, adalah untuk kegiatan verifikasi penerima hibah hotel dan restoran yang dananya bersumber dari 70 persen. Terkait Buleleng Explore dan bimtek yang dananya bersumber dari 30 persen namun kini bermasalah, dipastikan tidak ada kaitan dengan instansi yang dipimpinnya.

‘’Itu kami verifikasi yang 70 persen untuk hotel dan restoran sebagai penerima hibah berdasarkan izin usaha yang ada. Kalau yang 30 persen untuk Buleleng Explore, tentu tidak ada kaitan dengan kami,’’ pungkas Kuta. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.