Kebagian Nomor 1, Dana-Dipa Ajak Patuhi Prokes

  • Whatsapp
PASLON Gede Dana-Atha Dipa mendapat nomor urut 1 saat pengundian nomor urut di KPU Karangasem, Kamis (24/9/2020).
PASLON Gede Dana-Atha Dipa mendapat nomor urut 1 saat pengundian nomor urut di KPU Karangasem, Kamis (24/9/2020).

KARANGASEM – Pasangan calon Gede Dana-Atha Dipa, mengambil undian nomor pasangan calon untuk Pilkada Karangasem 2020 di kantor KPU Karangasem, Kamis (24/9/2020). Hanya paslon ini saja yang datang mengambil nomor undian, karena paslon IGA Mas Sumatri-Sukerena tidak hadir karena Sukerena masih masa pemulihan dari terpapar Corona. Menimbang pilkada pada saat pandemi Corona, Dana mengajak semua pihak mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, menjelaskan, seperti penyampaian sebelumnya, KPU Kabupaten Karangasem menggunakan dua tahapan. Yang pertama adalah tahapan normal, yang kedua tahapan perpanjangan. Sesuai Peraturan KPU Nomor 5/2020, tahapan perpanjangan ditempuh karena kandidat Made Sukerena dalam kondisi terjangkit Corona beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Nanti tanggal 3 Oktober baru kami tetapkan pasangan Ibu Gusti Ayu Mas Sumatri dengan Sukerena,” sebutnya.

Kemudian pada tanggal 4 Oktober akan dilakukan pengundian nomor urut lagi, dilanjutkan tanggal 6 Oktober mulai kampanye. Sejak tahapan itulah nanti berjalan seirama bersama-sama sampai kedua paslon bertemu menjadi dua paslon di Pilkada Karangasem.

Mengenai kampanye, dia menyebut dalam PKPU Nomor 13/2020 dicantumkan sejumlah poin yang tidak dibolehkan dalam kampanye. Yang dilarang itu yakni rapat umum, tapi masih bisa rapat pertemuan terbatas dengan catatan tetap menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

Baca juga :  Ogah Tes Cepat Corona, PPDP Dilarang Coklit Warga

Model kampanye ditawarkan pertama model daring, lalu memakai alat peraga kampanye berupa baliho, spanduk, dan brosur sebanyak 15 persen dari jumlah KK. ‘’Brosur itu kami siapkan dan itu disebarkan agar bisa dibaca visi dan misi mereka,” lugasnya.

Menyangkut protokol kesehatan, jumlah peserta juga dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan untuk penjarakan fisik. Jika tidak mematuhi, nanti Bawaslu bisa merekomendasi terjadi pelanggaran terhadap pelaksanaan kampanye tersebut.

Masa kampanye normalnya 71 hari, dikurangi satu hari raya besar keagamaan. Pendek kata, dia mendaku mengatur sedemikian rupa agar kedua paslon bisa menjalankan kampanye dengan aman dan damai.

Usai mengambil nomor undian, Gede Dana mengapresiasi KPU yang melaksanakan tugas dengan baik. Dia pun berharap pilkada dapat berjalan dengan baik, dan karena dilakukan pada saat pandemi, dia mengajak semua pihak tidak lengah mematuhi protokol kesehatan.

“Kami selalu berdoa agar kami diberi yang pertama. Selain itu, sebagai persiapan, kami tetap menjaga kesehatan, mempersiapkan protokol kseehatan, serta turun ke masyarakat menyampaikan apa yang akan kami lakukan,” cetus politisi PDIP yang dikenal kalem tersebut. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.