Penuhi Air Minum di Nusa Penida, Klungkung Pinjam Dana

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta mengadakan rapat bersama PT SMI melalui aplikasi konferensi video, Kamis (24/9/2020). Foto: baw
BUPATI Suwirta mengadakan rapat bersama PT SMI melalui aplikasi konferensi video, Kamis (24/9/2020). Foto: baw

KLUNGKUNG – Memenuhi sarana air minum di Klungkung, membuat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta; didampingi Sekda I Gede Putu Winastra mengadakan rapat bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara virtual dengan konferensi video, Kamis (24/9/2020). Dalam rapat teknis bertema rencana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah ini, terungkap Pemkab sedang berupaya meminjam dana untuk sarana air minum dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Klungkung.

Suwirta menyampaikan terima kasih kepada PT SMI yang meluangkan waktu mengikuti rapat virtual tersebut. Alasan meminjam dana untuk air minum, terangnya, yakni untuk mencukupi kebutuhan wisatawan dan masyarakat di Kecamatan Nusa Penida.

Bacaan Lainnya

“Kecamatan Nusa Penida merupakan titik ungkit Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Klungkung,” ujarnya didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung, I Dewa Putu Griawan; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung, AA Gede Lesmana; dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung, I Wayan Wasta.

Suwirta juga menjelaskan alasan meminjam dana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, yakni untuk pembangunan gedung baru rumah sakit. Dia berkata optimis jika kedua sarana itu mendapat bantuan dari PT SMI, akan dapat menambah PAD Klungkung dan memberi kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat Klungkung. PDAM Klungkung dan RSUD Klungkung juga diintsruksi agar bergerak cepat dan dapat menangkap peluang yang ada.

Baca juga :  Karantina Desa Bondalem Dibuka, Tidak Pakai Masker Ada Sanksinya

Nanang selaku perwakilan PT SMI menyampaikan, perusahaan SMI berdiri pada 26 Februari 2009, dan merupakan perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur. Perusahaan ini didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk mendukung skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha.

Lebih jauh diutarakan, PT SMI membiayai 10 sektor infrastruktur dasar dan enam sektor infrastruktur sosial. 10 sektor infrastruktur dasar tersebut yakni ketenagalistrikan, transportasi, telekomunikasi, rolling stock kereta api, minyak dan gas, efisiensi energi, air minum, jalan dan jembatan, irigrasi, manajemen air limbah serta persampahan.

Sementara enam sektor infrastruktur sosial yang bisa dibiayai PT SMI, sambungnya, yakni rumah sakit, infrastruktur pemasyarakatan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kawasan, pasar, dan infrastruktur pariwisata. “Kriteria untuk mendapat bantuan dana dari PEN yakni adanya perencanaan, pengeluaran yang tercatat dengan baik, penyerapan tenaga kerja, penyerapan bahan-bahan lokal, dan dampak kepada sosial ekonomi,” tutupnya. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.