KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memimpin rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan membahas persiapan pemberlakuan tatanan kehidupan baru atau new normal, di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (8/7/2020).
Rapat tersebut dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali pada, Selasa (7/7) di Gedung Jaya Sabha yang memutuskan akan memberlakuan tatanan kehidupan baru di seluruh Bali, mulai Kamis (9/7).
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Made Adi Swapadni, melaporkan, Klungkung saat ini terus mengalami penambahan kasus baru. Hingga Rabu (8/7/2020), Kabupaten Klungkung mencatatkan 197 kasus positif Covid-19. ‘’Sebanyak 114 orang masih dalam perawatan dan sembuh sebanyak 83 orang, sedangkan meninggal masih nol,’’ ujarnya.
Kadiskes dr. Adi menyarankan untuk berhati-hati menerapkan tatanan hidup baru serta meningkatkan lagi karantina dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Mendengar hal itu, Bupati Suwirta mengatakan, Klungkung sebenarnya sudah lama menjalankan tatanan kehidupan baru. Hal ini bisa dilihat dari kantor kantor instansi pemerintah dan pelayanan, pasar dan swalayan-swalayan yang tetap buka dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Menurutnya, peningkatan jumlah kasus Covid -19 di Klungkung adalah sebagai bukti bahwa tim Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung telah bekerja dengan menggelar sejumlah traking dan rapid test (tes cepat) massal.
Namun kepada semua jajarannya, bupati mengingatkan untuk lebih meningkatkan lagi kinerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk para tenaga kontrak. Karena selama pandemi Covid-19 ini, kinerja OPD cenderung menurun.
Lebih lanjut ia berharap dalam penerapan tatanan kehidupan baru nanti, semua tempat umum untuk lebih tegas lagi menerapkan protokol kesehatan dan melengkapi dengan sarana penunjangnya seperti tempat cuci tangan, penyanitasi tangan dan thermo gun.
Kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bupati Suwirta perintahkan untuk segera melakukan pengadaan paket sembako bagi keluarga warga yang terjangkit Covid-19. Bantuan paket sembako harus diberikan sekali untuk kebutuhan selama karantina dan tanpa harus menunggu permohonan dari warga.
‘’Segera lakukan pengadaan sembako bagi keluarga warga yang terjangkit Covid-19. Berikan bantuan sembako sekali untuk memenuhi kebutuhan selama karantina, jangan sampai menunggu permohonan dari warga untuk menyalurkan bantuan ini,’’ ujar Bupati Suwirta.
Dinas Kesehatan juga diperintahkan supaya memantau harga alat tes cepat di pasaran. Harga tes cepat saat ini sudah ditentukan tidak lebih dari Rp150.000. Sedangkan kepada Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung, bupati perintahkan untuk menggencarkan sosialisasi pelaksanaan kegiatan adat dan seni di masa tatanan kehidupan baru.
‘’Untuk Dinas Perhubungan saya minta supaya mengawasi jumlah penumpang dalam transportasi umum seperti angkot dan perahu penyeberangan, sehingga tidak terjadi desak-desakkan. Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, saya minta supaya mewajibkan perusahaan-perusahaan swasta melakukan tes cepat kepada seluruh pegawainya secara mandiri termasuk juga pasar pasar desa,’’ pintanya dengan rinci, sambil menyinggung Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan agar memastikan kesehatan seluruh petugas sampah dan pegawai di TOSS Center, serta menerapkan protokol kesehatan dengan baik di tempat kerja. 022
























