Karena Ini, Satu Pedagang Pasar Pasah Pemecutan Akan Dites Usap

  • Whatsapp
TES cepat pedagang Pasar Pasah Pemecutan. Foto: ist
TES cepat pedagang Pasar Pasah Pemecutan. Foto: ist

DENPASAR – Tes massal sebagai upaya skrining awal dalam menekan kasus Covid-19 secara masif dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar. Setelah melakukan tes usap kepada pedagang di Pasar Kumbasari Denpasar, kembali dilaksanakan tes cepat kepada 188 pedagang Pasah Kelurahan Pemecutan, Sabtu (20/6/2020).

Camat Denpasar Barat, AA Ngurah Made Wijaya, S.Sos., memantau langsung pelaksanaan tes cepat menjelaskan, bahwa tes cepat kali ini kepada seluruh pedagang pasar Pasah Kelurahan Pemecutan sebagai langlah awal kewaspadaan bersama. Seluruh pedagang hadir mengikuti tes cepat, dari total 188 pedagang yang dites cepat terdapat satu orang pedagang dengan hasil tes reaktif dan akan dilanjutkan dengan tes usap.

Baca juga :  Paseien Sembuh Covid-19 di Denpasar Meningkat 31 Orang, Positif Bertambah 37 Kasus

Antisipasi langsung dilakukan bersama pihak Kelurahan Pemecutan untuk melakukan isolasi mandiri kepada satu pedagang ini. ‘’Kami bersama pihak kelurahan langsung mengambl langkah untuk mengarahkan satu pedagang ini agar melaksanakan isolasi mandiri dulu di rumahnya selama 14 hari, serta kebutuhan sembako sudah ditangani dari Dinas Sosial Kota Denpasar,” ujar Agung Wijaya.

Lebih lanjut menurut Agung Wijaya pelaksanaan tes cepat pedagang pasar ini tidak terlepas dari arahan Walikota Denpasar untuk kewaspadaan bersama terkait dengan klaster baru penyebaran virus Corona di pasar rakyat. Dari langkah ini nantinya para pedagang dan pembeli serta pengelola pasar dapat nyaman dan aman dalam melakukan transaksi jual-beli.

Pengelola dan pihak kelurahan untuk gencar melakukan penyemprotan lapak pedagang pasar. Disamping itu pula penerapan disiplin protokol kesehatan dari penggunaan masker, pelindung wajah, hingga menyosialisasikan para pedagang untuk rajin mencuci tangan.

Baca juga :  Desa Adat Renon Tempel Stiker Khusus Rumah Duktang yang Baru Datang, Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

Disamping itu, beberapa poin penting penerapan protokol kesehatan yang harus menjadi perhatian masyarakat yakni Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), menggunakan masker, menjaga jarak,  serta menghindari kerumunan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.