Kalah Pilkel Desa Kayuputih, Salah Satu Calon Ajukan Keberatan ke Bupati

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

BULELENG – Perhelatan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahun 2021 di Buleleng telah selesai. Tiga hari setelah pelaksanaan Pilkel, calon perbekel nomor urut 3 Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar yang kalah, kini mengajukan keberatan atas hasil Pilkel tersebut. Surat keberatan dikirimkan langsung ke Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Calon perbekel nomor urut 3 dari Desa Kayuputih yakni Ir. Nyoman Ardini. Ardini menolak hasil Pilkel Desa Kayuputih lantaran prosesnya dianggap ada kecurangan. Seperti diketahui Pilkel Desa Kayuputih diikuti 3 calon, satu di antaranya adalah calon petahana yakni Made Sudiarta.Sementara dua calon lainnya adalah calon dari kalangan perempuan, Kadek Dina Nuriani dan Ir. Nyoman Ardini.

Bacaan Lainnya

Hasil akhir calon nomor urut 1 Kadek Dina Nuriani memperoleh sebanyak 1.593 suara, calon nomor urut 2 Made Sudiarta mendapat 501 suara, dan Nyoman Ardini mendapatkan 886 suara. Dengan perolehan suara tersebut, Kadek Dina Nuriani keluar sebagai Perbekel Desa Kayuputih terpilih untuk periode 2021-2027. Dia sekaligus berhasil menumbangkan petahana.

Ketua Panitia Pilkel Desa Kayuputih, Guru Made Gawe, tidak menampik jika calon nomor urut 3 Nyoman Ardini melayangkan keberatan kepada Bupati Buleleng. Namun Ardini tidak keberatan hasil Pilkel melainkan proses Pilkel. ‘’Ada yang curang katanya, ada bagi sembako dan bagi-bagi voucher dan bentuk pelanggaran lain. Itu yang digugat,’’ kata Guru Made Gawe, Kamis (4/11/2021).

Baca juga :  Transmisi Lokal Covid-19 di Bali Capai 17,33 Persen, Pasien Sembuh 42 Orang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buleleng, Nyoman Agus Jaya Sumpena, juga menyampaikan hal senada. Hanya saja dikatakan Jaya Sumpena, keberatan yang dilayangkan calon nomor urut 3 Desa Kayuputih itu terkait proses pilkel dan bukan hasil Pilkel.

Bukan hanya itu, semestinya surat keberatan itu ditujukan ke Panitia Pilkel Desa dan bukan ke Bupati Buleleng. ‘’Keberatan disampaikan bukan ranah Bupati tapi panitia, dan itu tidak akan mengganggu terkait hasil Pilkel,’’ ujar Jaya Sumpena.

Sesuai Perda No. 15 khususnya pada Pasal 65 tentang perselisihan, menyebutkan keberatan terhadap hasil pemilihan diselesaikan oleh Bupati dalam rentang waktu 30 hari. ‘’Yang digugat itu hanya boleh terkait hasil penghitungan suara Pilkel dan bukan prosesnya,’’ ungkap Jaya Sumpena.

Meski demikian, surat keberatan yang dilayangkan oleh calon perbekel nomor urut 3 dari Desa Kayuputih, Nyoman Ardini, tetap ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama panitia maupun pejabat terkait untuk dibahas bersama. ‘’Ya, tentu akan ditindaklanjuti, sambil kami menunggu petunjuk Bupati maupun berkoordinasi dengan panitia,’’ pungkas Jaya Sumpena. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.