POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Puncak HUT ke-18 SMPN 12 Denpasar digelar meriah pada Kamis (12/2/2026). Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMPN 12 Denpasar, Titik Farniati, S.Pd., lanjut diserahkan pada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama.
Puncak HUT diawali dengan persembahan tari kebesaran SMPN 12 Denpasar, Vidya Dadati Vinayam. Saat itu juga ditampilkan tari pagelaran perdana berjudul “Kidung Wana Kerti”. Karya seni ini mengambil filosofi mendalam tentang kewajiban manusia dalam menjaga dan memuliakan alam (hutan). Ini adalah manifestasi nyata dari visi SMPN 12 Denpasar, yaitu sekolah yang berbudaya dan peduli lingkungan. Puncak HUT juga dimeriahkan dengan menampilkan bintang tamu Kiss Band feat Yessy Diana.
‘’Atas nama keluarga besar SMPN 12 Denpasar, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu tamu undangan yang telah berkenan hadir di tengah-tengah kami. Kehadiran bapak/ibu merupakan suatu kehormatan dan motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi sekolah,’’ ujar Kepala SMPN 12 Denpasar, Titik Farniati, mengawali sambutannya.
Di hari Istimewa ini, SMPN 12 Denpasar mendapatkan dua kado spesial. Secara khusus, Titik Farniati, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada SMPN 12 Denpasar.
‘’Bantuan seperangkat alat gambelan gong kebyar yang telah diberikan kepada sekolah kami merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Bali di lingkungan pendidikan. Bantuan ini tentu sangat berarti dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa di bidang seni,’’ ungkap Titik Farniati.
Selain itu, ia juga sangat bersyukur dan berterima kasih karena dalam waktu dekat, SMPN 12 Denpasar akan mendapatkan rehabilitasi bangunan gedung baru. ‘’Hal ini menjadi semangat dan harapan besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi seluruh warga sekolah,’’ ujarnya disambut tepuk tangan meriah para undangan dan warga sekolah.
Ketua Panitia HUT, I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., mengatakan, usia ke-18 bukan sekadar angka. Ini adalah sebuah ambang pintu, sebuah “gerbang menuju kedewasaan”. Di usia ini, SMPN 12 Denpasar dituntut untuk semakin mempertegas identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga teguh memegang akar budaya, peduli terhadap pelestarian lingkungan, namun tetap tampil dengan jiwa yang bersahaja.
Perayaan HUT tahun ini, sambung Yoga, mengusung tema “Citta Wibawa: Sederhana dalam Lalu, Mulia dalam Karakter”. Melalui tema ini, pihaknya ingin menanamkan pesan bahwa kemuliaan sekolah tidak diukur dari kemewahan pesta, melainkan dari kebersihan hati, kejujuran pikiran, dan karakter siswa yang mencintai alam lingkungannya.
Sebagai rangkaian HUT juga digelar lomba melibatkan siswa SD se-Denpasar bertajuk Simba (Sains, Bahasa, Matematika dan Tari) dengan lomba-lomba yaitu, Olimpiade IPA, IPS, Matematika, mesatua Bali, lomba membaca puisi, story telling competition dan lomba tari Condong. Membangun keceriaan warga sekolah juga digelar jalan sehat dan berbagai lomba antar kelas untuk mengasah kreativitas dan sportivitas siswa.
Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran SMPN 12 Denpasar yang telah bekerja keras membangun budaya sekolah yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga, seni, dan kegiatan kepemudaan.
Kepada siswa, Kadisdikpora berpesan, jadikan momentum ulang tahun ini sebagai dorongan untuk semakin giat belajar, berdisiplin, dan berprestasi. Ingatlah bahwa wibawa seorang pelajar bukan hanya terletak pada nilai rapor, tetapi juga pada sikap, etika, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, teruslah menjadi teladan. Jadikan “Citta Wibawa” sebagai semangat dalam mendidik generasi muda denpasar agar tumbuh menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. ‘’Mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan SMP Negeri 12 Denpasar sebagai sekolah yang berwibawa, berprestasi, dan membanggakan,’’ pungkas Kadisdikpora. tra



























