Kabel Fiber Optik Semrawut di Kutsel, Ganggu Estetika Kawasan

  • Whatsapp
Foto: 02374 Badung Rapat Kordinasi CAMAT Kutsel saat berkoordinasi dengan Apjatel di wilayah Kutsel. Foto: ist
Foto: 02374 Badung Rapat Kordinasi CAMAT Kutsel saat berkoordinasi dengan Apjatel di wilayah Kutsel. Foto: ist

MANGUPURA – Untuk mengatasi putusnya kabel fiber optik dan menjaga estetika kawasan, Camat Kuta Selatan (Kutsel), Ketut Gede Artha, menggelar rapat koordinasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelengara Jaringan Telekomunikasi), Rabu (2/9). Lebih dari 25 pemilik provider di Kutsel hadir membahas penanganan potensi kabel terputus dan estetika kondisi kabel di wilayah Kutsel. Selain Apjatel, hadir juga pihak PLN dan PDAM.

Menurut Ketut Gede Artha, pertemuan tersebut sebenarnya menindaklanjuti pemeriksaan kondisi kabel fiber optik, kabel PLN, PDAM dan LPJ yang telah dilaksanakan Selasa (1/9). Untuk pemeriksaan kabel fiber optik itu dilaksanakan di wilayah Jimbaran, Pecatu, Benoa dimana di daerah tersebut menjadi atensi atas kondisi kabel yang seolah masih semrawut.

Baca juga :  Dispar Lobar Gaungkan Hashtag #AyoKembaliKeSenggigi

Sementara untuk masalah PDAM dilaksanakan di banjar Anggasari dan Jimbaran, dimana kendalanya adalah terkait keberadaan jaringan induk. Sementara untuk LPJ, beberapa kondisi tiangnya ada yang keropos. “Jadi ini kita komunikasikan langsung untuk ditindaklanjuti,”ujarnya.

Khusus untuk keberadaan kabel fiber optik yang selama ini menuai keluhan di masyarakat, pihaknya meminta Apjatel yang menghimpun diri di grup utilitas Kutsel, untuk melakukan perbaikan sistem. Perbaikan tersebut menyangkut tentang penanganan masalah, sehingga keluhan bisa segera mendapatkan tindaklanjut maksimal 2×24 jam dan tidak sampai berlarut-larut.

Jika hal itu tidak mendapatkan respon cepat, maka petugas tramtib yang akan mengambil tindakan ketika itu menyangkut gangguan estetika dan kenyamanan wilayah. “Kita juga minta Apjatel menyusun rencana kerja rutin yang terjadwal. Sehingga ini tidak asal rapat saja, melainkan ada output yang dihasilkan. Grup ini jangan hanya berorientasi pada penanganan masalah, tapi juga potensi juga dimanfaatkan. Baik terkait perawatan, pembenahan, upaya memberikan layanan yang optimal, tentunya itu akan sekaligus menjaga estetika,”paparnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.