Jelang Pilkada, Bawaslu Tabanan Ingatkan ASN Hati-hati Bermedsos

  • Whatsapp
KETUA Bawaslu Tabanan I Made Rumada, diapit anggotanya, I Gede Putu Suarnata dan I Ketut Narta. Foto: ist
KETUA Bawaslu Tabanan I Made Rumada, diapit anggotanya, I Gede Putu Suarnata dan I Ketut Narta. Foto: ist

TABANAN – Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tetap menjaga netralitas, termasuk dalam penggunaan media sosial (medsos). “Salah satu netralitas ASN yang mendapat pengawasan dari Bawaslu Tabanan adalah ketika memberikan dukungan melalui media sosial,” ungkapnya, Rabu (23/9).

Terlebih pada 23 September 2020, sudah pada tahapan penetapan calon, dan pada 26 September 2020 adalah tahapan masa kampanye Pilkada Tabanan 2020. “Untuk itu kami mengimbau ASN berhati-hati dalam bersikap, termasuk dalam bermedsos,” tegas Rumada.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hal-hal seperti itu agar tidak dilakukan lagi, karena sudah beda konteks. “Kalaupun sebelumnya sudah jadi kebiasaan, maka jempol harus dikendalikan dengan bijak,” tukasnya.

Selain dugaan pelanggaran netralitas melalui media masa ataupun medsos, lanjutnya, ASN pun dilarang melakukan pendekatan atau mendaftaran diri sebagai pengurus terhadap salah satu partai politik. ASN dilarang melakukan sosialisasi bakal calon melalui media, yang biasa disebut alat peraga kampanye (APK).

Bawaslu Tabanan pun minta kepada Pemkab Tabanan dan pihak terkait agar selalu mengingatkan para ASN bersikap netral dalam kontestasi politik. Jika ASN maupun pejabat daerah memosting foto calon kepala daerah, memberikan komentar atau tanda suka (like) dalam unggahan tim kampanye, dapat diadukan sebagai bentuk dukungan untuk calon kepala daerah yang bersangkutan.

Baca juga :  Rombel Kelebihan Kapasitas, Sekda Bali Minta Kepsek Lakukan Inventarisasi

Rumada selaku Ketua dan Kordiv SDM dan Datim Bawaslu Tabanan mengingatkan, para ASN yang memiliki hak politik untuk memilih agar menggunakan haknya itu hanya di bilik suara. Selain ASN, penyelenggara pemilihan seperti Bawaslu Tabanan dan jajarannya maupun KPU Tabanan dan jajarannya juga harus menjaga netralitas.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan bahwa tugas pengawasan bawaslu tidak hanya dalam penyelenggara dan peserta pilkada, namun juga terkait netralitas ASN, perbekel, dan kaur pemerintah desa. “Kami juga sudah melakukan pencegahan dini dan yang ketiga kalinya, dengan mengirim surat cegah dini kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda Tabanan, serta para kadis, camat, perbekel, BPD, dan BUMD,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Tabanan, I Gede Putu Suarnata, menambahkan agar para ASN untuk berhati-hati dalam bersikap dan menjaga netralitas. Pasalnya, pada era digital dan medsos saat ini, netralitas ASN sangat mudah tercemar, bahkan karena hal sepele, termasuk meyukai unggahan salah satu pasangan calon pesertapilkada di medsos.

“Jika ada indikasi ASN tidak netral, maka Bawaslu Tabanan akan menjadikan hal itu sebagai temuan, dan melakukan klarifikasi, serta pengkajian. Hasil pengkajian akan diserahkan kepada Komisi ASN, untuk selanjutnya ditindaklanjuti,” tegasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.