Jelang Hari Raya Nyepi, Bupati Tamba Serahkan Insentif bagi Tokoh Adat dan Agama

  • Whatsapp
BUPATI Jembrana I Nengah Tamba saat memberika insentif kepada sulinggih, Senin (8/3/2021). Foto: ist
BUPATI Jembrana I Nengah Tamba (kiri) saat menyerahkan insentif kepada sulinggih, Senin (8/3/2021). Foto: ist

JEMBRANA – Jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyerahkan bantuan insentif secara simbolis  kepada para tokoh adat dan agama se-Kabupaten Jembrana di Wantilan Pura Jagatnatha, Senin (8/3/2021).

Bupati Tamba mengatakan, peran tokoh dan para pemuka adat dan agama sampai saat ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Jembrana.

Bacaan Lainnya

“Kami tentu sangat menghargai kontribusi dan pengabdian para tokoh dan para pemuka agama dan adat yang ada di Kabupaten Jembrana atas perannya dalam ikut bersama-sama memajukan Kabupaten Jembrana,” ujar Tamba.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, kontribusi dari pemerintah daerah masih belum sesuai dibandingkan pengabdian para tokoh dan pemuka adat dan agama selama ini.

“Insentif yang diterima saat ini tentu masih sangat kecil jika dibandingkan dengan pengabdian para pemuka agama selama ini. Kedepan kami terus berupaya agar insentif para pemuka dan tokoh-tokoh ini bisa meningkat,” katanya.

Salah seorang sulinggih, Ida Pandita Mpu Bujangga Siwa Tri Putra Dhaksa Dharma Kusuma dari Grya Lingga Murti, Kelurahan Dauh Waru, Kecamatan Jembrana menyampaikan, insentif yang diberikan Pemkab Jembrana merupakan suatu kebanggaan bagi para sulinggih dan tokoh agama di Kabupaten Jembrana.

Baca juga :  Dua Tahun Kepemimpinan Koster-Ace

Paica (insentif) oleh murdaning jagat (bupati) tentu merupakan kebanggaan bagi kita semua sebagai wujud kepedulian kepada para sulinggih dan para tokoh umat dan agama yang ada di Jembrana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jembrana, I Gede Sujana, mengatakan insentif yang disalurkan itu melalui mekanisme BKK ke desa. Totalnya mencapai Rp6.287.000.000.

“Dari total anggaran itu akan diberikan kepada para bendesa, sulinggih, kelian adat, pemangku dang kahyangan/sad kayangan, guru ngaji, Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N). Sementara untuk insentif bagi para juru arah dan kelian tempek anggarannya berada di desa melalui APDDes,” paparnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.