Gubernur Koster Perintahkan Deportasi Warga Rusia yang Bugil di Tempat Suci

WARGA Negara Rusia yang akan dideportasi. Sebelumnya yang bersangkutan berbuat tidak senonoh yakni tampil bugil di Desa Tua, Tabanan. Foto: ist
WARGA Negara Rusia yang akan dideportasi. Sebelumnya yang bersangkutan berbuat tidak senonoh yakni tampil bugil di Desa Tua, Tabanan. Foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan langkah tegas terhadap Warga Negara Asing (WNA) alias bule yang membuat foto tanpa busana alias di Objek Wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan. Koster memerintahkan Kanwil Kemenkumham Bali untuk mendeportasi kedua bule asal Rusia tersebut.

Koster menegaskan, pariwisata di Bali itu diselenggarakan dengan berbasis budaya, berorientasi pada kualitas dan menjaga martabat kebudayaan Bali, yakni keluhuran kebudayaan Bali.  ‘’Jadi karena itu sudah dibentuk Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali dan juga Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Kepariwisataan Bali,” jelas Koster di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (6/5/2022).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, pariwisata di Bali yang sedang ditata agar dilaksanakan betul-betul untuk menjaga budaya, menghormati budaya, serta menghormati tradisi yang ada di Bali. ‘’Yang harus dihormati oleh siapapun juga, termasuk para wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara,’’ jelasnya. 

Apalagi, lanjut Koster, pascapandemi dengan momentum Bali era baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru maka kepariwisataan di Bali diselenggarakan dengan tatanan era baru.

Baca juga :  Pasca-ditetapkan Tersangka, Perbekel Tamblang Berharap Ini

Dia melanjutkan, dalam tatanan era baru akan ditegakkan lagi, bagaimana kepariwisataan di Bali akan berorientasi pada kualitas dan bermartabat.  “Maka saya tidak akan lagi mentolerir sedikitpun wisatawan-wisatawan yang tidak menghormati budaya Bali, yang melecehkan merendahkan budaya Bali. Yang tidak menghormati budaya Bali. Kita lebih penting menjaga budaya dan menjaga martabat Bali daripada mentolerir tindakan yang merusak citra pariwisata Bali,” tandasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.