Pemkab Gianyar yang Pertama Cairkan Hibah Pariwisata

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, menyerahkan hibah pariwisata. Foto: ist
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, menyerahkan hibah pariwisata. Foto: ist

GIANYAR – Gianyar menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang mencairkan hibah pariwisata kepada 160 wajib pajak hotel dan restoran di Gianyar, Senin (16/11/2020) di Desa Lebih. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dalam penyerahan bantuan itu juga membuka acara bimbingan teknis program CleanlinessHealth, Safety, Environment (CHSE) bagi pelaku usaha hotel dan restoran dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Anak Agung Gde Putra.

Usai acara Mahayastra menjelaskan, dari 583 hotel dan restoran yang lolos verifikasi, 160 di antaranya ditransfer dana hibahnya. Nilainya Rp40 miliar lebih yang masuk ke rekening masing-masing hotel, dengan nominal dana hibah per hotel berbeda. Penerima terbesar yakni Hotel Mandapa A Ritz Carlton di Jalan Raya Kedewatan, Ubud senilai Rp3,445 miliar. Sementara kategori restoran penerima dana hibah tertinggi yakni Four Seasons Resort di Desa Sayan, Ubud senilai Rp1,4 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

“Gianyar sudah mencairkan dan masuk rekening hotel dan restoran, jumlahnya di atas 40 miliar, dan ini sudah mendekati 50 persen. Tinggal SPJ, kami akan amprah lagi pencairan tahap kedua sampai tuntas 135 miliar bisa dicairkan kepada yang berhak,” jelasnya.

Baca juga :  Satu Pasien Isolasi RSU Negara Dinyatakan Sembuh

Mahayastra berharap hibah pariwisata ini bisa digunakan dengan baik. Bisa dipakai untuk biaya operasional usaha seperti bayar listrik, gaji pegawai, perbaikan hotel dan lain-lain. Dia yakin hibah akan sangat membantu bagi pengusaha untuk bertahan, dan tidak ada skala prioritas dalam pencairan dana hibah. Yang dapat Rp1 juta pun, jika memenuhi syarat pasti langsung ditransfer.

Dia mengakui perusahaan besar dengan jumlah karyawan di atas 800 orang akan sulit bertahan di situasi sulit ini. “Kita berharap mereka bisa bertahan beberapa bulan lagi, karena situasi pasti akan normal kembali,” ajaknya.

Dari 1.850 hotel dan restoran di Gianyar yang diajukan menerima dana hibah pariwisata, baru 583 yang lolos verifikasi. 1.276 hotel dan restoran sisanya diberi waktu sampai 15 Desember 2020 untuk memenuhi persyaratan, sehingga total dana hibah senilai Rp94,595 miliar atau 70 persen dari Rp135,136 miliar bisa segera ditransfer. Dia menarget minggu depan semua sudah beres.

Selesai penyerahan hibah, juga dilaksanakan acara bimbingan teknis dan sosialisasi CHSE untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku usaha hotel, restoran, dan pengelola obyek wisata tentang Program CHSE.

Program Sertifikasi CHSE merupakan salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor usaha hotel dan restoran. Melalui standardisasi CHSE, pelaku usaha hotel dan restoran harus meningkatkan protokol kesehatan di lokasi usaha, agar dapat memenuhi tuntutan konsumen ketika kegiatan pariwisata di Bali kembali dibuka.

Baca juga :  Ini Alasan Samuel Reimas Bertahan Sendirian di Mes Bali United

Pengusaha yang mendapat Sertifikat CHSE berhak menempatkan logo “I Do Care” di tempat usahanya. Logo itu akan menjadi media promosi, peningkatan daya saing, dan menjadi penanda bagi konsumen bahwa usaha yang akan dikunjungi menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.