Gianyar Diklaim Secepatnya Bebas Covid-19

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar menunjukan data Covid-19 di Gianyar dari layar ponselnya. Foto: adi
BUPATI Gianyar Made Mahayastra (kedua dari kanan) menunjukan data Covid-19 di Gianyar dari layar ponselnya. Foto: adi

GIANYAR – Senyuman tersungging di bibir Bupati Gianyar, Bali, Made Mahayastra, saat memperlihatkan data kasus Covid-19 yang terjadi di Gianyar saat pertemuan di halaman belakang kantor Bupati Gianyar, Jumat (26/2/2021).

Mahayastra memperlihatkan layar ponselnya yang berisi data Covid-19, yang diyakini akan secepatnya dapat diatasi. “Secepatnya Gianyar akan bebas Covid-19, saya yakin itu,” klaimnya.

Bacaan Lainnya

Menurut data yang dia peroleh, kini tidak ada satu desa/kelurahan di Gianyar yang masuk dalam zona merah. Rinciannya, sebanyak 17 desa/kelurahan zona hijau, 47 zona kuning dan enam desa berada dalam zona oranye. “Persentase kesembuhan 90 persen. Kita harus bangga dan bersyukur,” serunya.

Mahayastra menegaskan, penurunan kasus Covid-19 merupakan capaian yang tidak mudah. Butuh keberanian seorang pemimpin dan dukungan semua pihak. “Kita ini sudah perang terbuka, semua komponen telah mendukung saya. Sebagai pemimpin, saya harapkan terus ada dukungan untuk bisa bebas dari Covid,” tegasnya.

Disinggung strategi apa yang dilakukan untuk membebaskan Gianyar dari pandemi, Mahayastra menghela napas. Dia tidak mengungkap secara gamblang tindakan yang dilakukan, dengan alasan tidak mau menimbulkan ketersinggungan pihak lain. “Intinya, saat ini saya terus bekerja, mencari solusi yang terbaik buat masyarakat,” dalihnya.

Baca juga :  Dampak Corona, Ribuan Pekerja Pariwisata Dirumahkan

Didampingi para pejabat Pemkab Gianyar, Bupati asal Payangan tersebut berharap jika zona hijau bertahan dalam dua minggu, dia akan membuka belajar tatap muka di Gianyar. Dia juga akan mengambil keputusan pemulihan ekonomi yang saat ini sulit dilakukan.

Ketua DPC PDIP Gianyar ini mengungkapkan, selama pandemi, pendapatan Pemkab Gianyar menurun drastis. Pada triwulan pertama 2020 (Januari, Februari dan Maret) pendapatan Gianyar sudah masuk Rp540 miliar.

Namun setelah itu hingga saat ini tidak sampai menyentuh Rp30 miliar. “Sampai mau habis Februari ini baru 20 miliar didapat. Untuk bayar pegawai, mungkin kekuatan kami sampai September 2021,” ungkapnya terus terang.

Berdasarkan salah satu persoalan tersebut, Mahayastra kembali minta dukungan semua komponen masyarakat. “Saya hanya minta semua pihak di Gianyar agar mendukung langkah yang saya ambil. Saya butuh dukungan untuk mengeluarkan Gianyar dari pandemi,” ajaknya dengan mimik serius. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.