Euforia Dua Tahun Dilarang Mudik, Isvie: Lebaran Momen Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Foto: ist
KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Foto: ist

MATARAM – Hari Raya Idul Fitri 2022 menjadi hari paling dinantikan dan menggembirakan. Tidak hanya karena kali pertama dibolehkan mudik oleh pemerintah gegara pandemi Covid-19, juga sekaligus momentum kebangkitan kembali ekonomi kerakyatan atau mikro. Hal tersebut dilontarkan Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, Kamis (5/5/2022).

Alhamdulillah, saya pantau warga senang sekali mudik. Setelah dua tahun dilarang, tahun ini mudik kembali diperkenankan,” katanya dengan nada semringah.

Bacaan Lainnya

“Tentunya jika pulang kampung pasti bawa uang. Tidak hanya tempat wisata yang ramai, tapi toko-toko kecil di kampung juga menggeliat,” sambung politisi Partai Golkar tersebut.

Isvie yang mudik ke kampung halamannya di Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) juga menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah kepada seluruh umat muslim, khususnya di Provinsi NTB. Menurut Isvie, momentum kebahagiaan bersama keluarga saat Lebaran biasanya diikuti kepedulian kepada tetangga. Caranya dengan membantu mereka yang membutuhkan. Hakikat Lebaran yakni saling bersilaturahmi dan mengunjungi keluarga dan sahabat.

“Sekarang ini euforia mudik sangat luar biasa di tengah-tengah masyarakat. Apalagi orang yang mudik juga menghasilkan dampak ekonomi luar biasa di kampung halamannya, UMKM bergeliat, warung-warung dan toko kelontong laris, destinasi wisata juga ramai. Wajar kalau kita sebut mudik itu adalah bagian dari memulihkan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Baca juga :  Guru Ngaji dan P3N di Jembrana Terima Insentif

Dalam pelbagai perjumpaan sesama insan, dia mengakui pasti ada kekurangan dan kekhilafan. Karena itu Isvie menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat, lingkungan partai, hingga di lembaga DPRD NTB terkait kekurangan menjalankan berbagai program kepartaian maupun mengawal program pembangunan. “Atas nama diri dan pimpinan DPRD NTB, saya mohon maaf untuk segala kekurangan dalam membantu dan mendampingi warga masyarakat. (Mari kita) saling memaafkan sekaligus merajut persaudaraan,” ajaknya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.