Dukung Kebangkitan Ekonomi-Industri Nasional, Anggaran Riset untuk Kampus yang Dikelola LPDP Tembus Rp1,8 Triliun

WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie. Foto: ist
WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Anggaran riset untuk perguruan tinggi (PT) atau kampus yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mencapai Rp1,8 triliun. Ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam rangka  meningkatkan dana riset untuk perguruan tinggi di Indonesia hingga sebesar 1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

‘’Jadi dana Rp1,8 triliun untuk riset ini adalah komitmen Pak Presiden Prabowo untuk mendukung kebangkitan ekonomi dan industri nasional. Di situ, silahkan para para peneliti di seluruh perguruan tinggi (PT) Indonesia mengakses dananya,’’ ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, saat berkunjung ke Universitas Mataram (Unram), Senin (19/5/2025).

Bacaan Lainnya

Ia mengaku bahwa pihaknya sudah menandatangani kerjasamanya dengan mitra, yakni  LPDP untuk menggelontorkan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk anggaran riset dan sains teknologi di perguruan tinggi. ‘’Anggaran sebesar Rp1,8 triliun itu, merupakan bagian dari dana prioritas riset nasional,’’ tegas Prof. Stella.

Stella juga sepakat, riset di seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil membuka peluang industri ekonomi baru akan diprioritaskan mendapatkan dana. ‘’Kami mendukung dari sini. Kami juga mengajak dari Universitas California Berkeley untuk bekerja sama. Intinya, ini adalaj komitmen pemerintah menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi guna membangun kemandirian industri nasional,’’ jelasnya.

Stella bersama Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso, akan mengelola dana tersebut, terutama untuk mahasiswa dan dosen di Unram. Menurut Yos, dana riset yang dikelola LPDP itu juga akan diberikan kepada periset yang andal di Unram. ‘’Terutama di Unram ini bisa riset rumput laut, itu bisa jadi macam-macam. Bisa jadi makanan dan energi juga,’’ katanya.

Berdasarkan hasil riset, Yos berujar, rumput laut di Indonesia bisa menjadi salah satu campuran dalam bahan bakar pesawat terbang. Hasil penelitian, 10 persen kandungan bioetanol berasal dari seaweed atau rumput laut. ‘’Kami melihat Indonesia punya potensi yang besar di bidang ini. Penelitian juga sudah banyak dilakukan di Indonesia, termasuk di Unram,’’ tegas Yos.

Yos mengungkapkan NTB memiliki banyak jenis seaweed. Maka, dibutuhkan penelitian untuk menjadikan seaweed sebuah produk yang bisa dimanfaatkan luas oleh dunia industri. ‘’Tentu kami akan menjembatani untuk riset jadi produk. Ini juga menjadi solusi dan skill update menjadi sesuatu yang menghasilkan,’’ tandas Yos. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses