Duh! Tiga Ruangan Kelas SDN 2 Ulakan Tak Bisa Digunakan, Atap Dimakan Rayap

  • Whatsapp
KETUA Fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi, meninjau kondisi salah satu bangunan SDN Ulakan yang atapnya rusak. Foto: ist
KETUA Fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi, meninjau kondisi salah satu bangunan SDN Ulakan yang atapnya rusak. Foto: ist

KARANGASEM – Tiga ruang kelas SDN 2 Ulakan, Manggis, Karangasem tak bisa digunakan untuk aktivitas belajar mengajar setelah dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di Karangasem sejak 26 April 2021. Bagian plafon dan konstruksi atap kelas yang berada dalam satu bangunan tersebut lapuk dimakan rayap, dan kondisi itu dinilai mengancam keselamatan siswa.

Kerusakan pertama diketahui awal April lalu oleh beberapa guru yang hendak melakukan pembersihan. Ketika itu bagian plafon salah satu dari tiga ruangan kelas didapati dalam keadaan rusak dan jatuh ke lantai. “Awalnya yang rusak bagian plafonnya di ruang kelas empat, setelah itu kami koordinasi ke Dinas. Waktu dicek, ternyata plafon dua ruang kelas di sebelahnya juga nyaris jebol. Karena dianggap membahayakan, saat itu disarankan menurunkan semua plafonnya,” kata Kepala SDN 2 Ulakan, Ni Kadek Wisnayani, Rabu (28/4/2021).

Bacaan Lainnya

Usai plafon diturunkan, sambungnya, ternyata kondisi kayu konstruksi atap juga dalam kondisi rapuh akibat dimakan rayap. Malah terlihat ada genteng juga yang lepas, sehingga diputuskan untuk tidak memakai ruangan kelas tersebut.

Untuk perbaikannya, kata dia, sejauh ini masih menunggu bantuan dari pemerintah. Kerusakan bangunan kelas tersebut masuk dalam kategori rusak berat, sehingga tidak bisa dianggarkan melalui dana BOS. Dia juga mohon bantuan perbaikan kepada pemerintah daerah dengan menyertakan laporan kerusakan gedung.

Baca juga :  754 Pedagang Pasar Sukawati Ambil Undian di Penampungan Sementara

Untuk sekarang, sambungnya, hanya tersisa tiga ruang kelas yang masih bisa dipakai. Meski demikian, dia berujar proses PTM tetap bisa dilaksanakan dengan memaksimalkan ruangan yang ada. Caranya dengan menerapkan dua sif yakni sekolah pagi dan sekolah siang, tanpa mengurangi protokol kesehatan. Hal itu dapat dilakukan mengingat jumlah seluruh siswa hanya 68 orang saja.

“Saya berharap sekolah kami ini bisa segera mendapat bantuan, sehingga ruangan kelas yang rusak bisa difungsikan kembali,” harapnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, berharap kerusakan itu dapat dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebab, kondisi anggaran Pemkab Karangasem sebagian besar direfocusing untuk penanganan Covid-19. Dia mendaku tahun 2020 sebenarnya ada rencana perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan, tapi anggaran direfocusing. Makanya hanya beberapa sekolah saja bisa diperbaiki, itu pun yang bersifat darurat saja.

“Mudah-mudahan tahun 2022 kami berdoa agar Covid-19 ini melandai dengan adanya vaksinasi, sehingga anggaran untuk penanganan Covid-19 bisa berkurang dan perbaikan sekolah bisa dianggarkan melalui APBD. Kami tetap berjuang untuk perbaikan melalui dana pusat (DAK),” ucapnya menandaskan.

Dorong Pemkab Prioritaskan Infrastruktur Sekolah

Fraksi Golkar DPRD Karangasem mendorong pemerintah agar memperhatikan kondisi infrastruktur sekolah yang ada di Karangasem. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi, dalam kata pengantar pandangan umum Fraksi Golkar terhadap Ranwal RPJMD, Selasa (27/4/2021). Pemerintah diminta memantau kelayakan infrastruktur gedung sekolah yang kondisinya masih banyak kurang layak.

Baca juga :  Kapolda-Gubernur Satu Mobil Pantau TPS, Jamin Pilkada Aman

“Jika infrastruktur seperti gedung sekolah ada kerusakan, akan mengancam keselamatan peserta didik maupun tenaga pengajar. Terlebih PTM di Karangasem mulai dilaksanakan,” kata Sumadi, Rabu (28/4/2021).

Dia menuturkan, usai mengikuti rapat paripurna pada Selasa, (27/4/2021), sempat meninjau kondisi salah satu bangunan sekolah yang saat ini atapnya rusak. “Sepulang dari rapat paripurna, saya langsung meninjau kondisi ruang kelas yang rusak di SDN 2 Ulakan,” terangnya.

Sumadi berharap kelayakan, kenyamanan, dan keamanan sekolah tempat anak anak belajar harus bisa diprioritaskan. Tentunya agar misi Karangasem Pradnyan dapat terwujud.

DPRD sebagai penyelenggara pemerintah daerah bersama Bupati, tegasnya, sepatutnya mendorong lebih kencang lagi agar anggaran untuk infrastruktur sekolah bisa diprioritaskan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.