Disdikpora Denpasar Minta Sekolah Berprestasi Bimbing Sekolah Lain

KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, foto bersama sejumlah kepala SMP negeri dan swasta saat rapat MKKS SMP Kota Denpasar, Jumat (27/1/2023). Foto: ist

DENPASAR – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mencetuskan program Merdeka Belajar. Di mana program tersebut memberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman kepada para siswa dengan memperhatikan bakat alami yang mereka miliki.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, mengatakan bahwa pihaknya dalam program tersebut akan menerapkan kolaborasi dan pembinaan antar sekolah. Hal ini dilakukan agar seluruh sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Denpasar mampu bersaing dalam hal kualitas pendidikan, sehingga berdampak positif terhadap dunia pendidikan di Kota Denpasar.

Read More

‘’Kita banyak sekolah maju, bahkan kalau kita lihat kompetisi tingkat dunia, sering kita menemukan murid kita menjadi juara di berbagai ajang olimpiade, tetapi ada juga sekolah kita yang belum banyak melahirkan siswa berprestasi. Nah yang kita maksudkan adanya kolaborasi ini adalah sekolah yang maju itu hendaknya membantu mengembangkan sekolah yang belum maju,” ungkap saat rapat MKKS SMP Kota Denpasar di SMPN 6 Denpasar, Jumat (27/1/2023).

‘’Kita dukung sekolah untuk meningkatkan kualitas yang sama. Tinggal bagaimana masing-masing sekolah untuk terus meningkatkan dan mengembangkan sekolah mereka,’’ ujarnya

‘’Jadi ada kerja sama antara sekolah yang berkualitas tinggi dengan yang harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Ini sejalan dengan program Sekolah Penggerak,” tambah dia.

Ditegaskannya, pemerintah memberi perhatian yang sama kepada tiap sekolah. Kini tinggal peran sekolah masing-masing untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan mereka agar menjadi yang terbaik dan diminati masyarakat.  ‘’Pemkot Denpasar sangat tegas, tidak ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta,’’ lugasnya.

‘’Imej sekolah favorit itu kan masyarakat saja yang mempopulerkannya. Untuk peningkatan kualitas pendidikan ini memang perlu kerja keras guru, sekolah dan semua pihak. Kalau kualitas pendidikan kita sudah merata, tidak ada lagi orang tua yang pilih-pilih sekolah untuk anaknya,’’ imbuhnya.

Peningkatan ke arah pemerataan itu diakuinya mulai terasa di Kota Denpasar. Salah satu contohnya terlihat dari prestasi yang diraih sekolah swasta semakin moncer. Fakta ini menunjukkan bahwa kini prestasi dan peningkatan kualitas pendidikan tidak lagi didominasi oleh sekolah tertentu, atau sekolah negeri semata. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.