POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Upaya mengusir ribuan kelelawar yang lama bersarang di Gedung DPRD Gianyar dengan metode lampu kelap-kelip, berjalan efektif. Lampu tersebut dipasang di sejumlah titik yang menjadi lokasi persembunyian kelelawar dan dinyalakan secara konsisten. Hal itu diungkapkan Analis Kebijakan Ahli Muda Sekretariat DPRD Gianyar, Ni Made Wiyasih, Selasa (29/9/2026)
Menurutnya, pemasangan lampu kelap-kelip yang diarahkan ke sejumlah titik tempat kelelawar bersarang dinilai cukup efektif untuk mengganggu kenyamanan kelelawar, sehingga perlahan meninggalkan lokasi tersebut. Metode ini menjadi salah satu upaya yang kini dilakukan bersama tim pawang kelelawar dari luar Bali.
“Kalau kami lihat, kelelawar mulai terganggu dan diharapkan secara bertahap meninggalkan tempat persembunyiannya. Jadi bukan dimusnahkan, tetapi diupayakan pindah secara alami ke tempat lain,” ujar Jero Wiyasih.
Sebelumnya diberitakan, penanganan ini dilakukan seorang pawang kelelawar, Aan Sirojudi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Aan. Pria kelahiran Jawa Barat yang kini menetap di Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut datang ke Gianyar bersama dua rekannya, untuk menangani populasi kelelawar di gedung wakil rakyat tersebut.
Abah Aan bersama dua rekannya mulai melakukan penanganan pada Sabtu (29/8) malam. Mereka bahkan menginap di lingkungan Gedung DPRD Gianyar untuk memantau pergerakan kelelawar, terutama saat keluar dan kembali ke sarang.
Menurut Abah Aan, sebelum penanganan teknis dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan prosesi secara niskala sesuai keyakinannya. Prosesi tersebut juga dibantu Jero Mangku yang selama ini bertugas di lingkungan DPRD Gianyar.
Setelah penanganan malam pertama, Abah Aan mengaku melihat adanya perubahan. Kelelawar yang keluar dari gedung pada malam hari cukup banyak, namun jumlah yang kembali menjelang pagi disebut lebih sedikit. “Kemarin yang keluar banyak, lalu kita tunggu sampai jam 5 pagi, yang datang sudah sedikit,” jelas Abah Aan saat ditemui Minggu (30/8/2026).
Dia menguraikan, lampu kelap-kelip akan dipasang berdasarkan zona, karena lokasi persembunyian kelelawar di Gedung DPRD Gianyar cukup luas. Sebelum pemasangan, tim terlebih dahulu melakukan survei untuk memetakan titik-titik yang menjadi sarang.
Lampu tersebut nantinya dinyalakan secara rutin selama sekitar dua hingga tiga bulan. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi populasi kelelawar. Jika jumlah kelelawar sudah berkurang dan tidak lagi kembali ke gedung, intensitas penggunaan lampu akan dikurangi.
“Rencananya, setelah populasi kelelawar benar-benar berkurang, lampu cukup dinyalakan setiap dua hari sekali,” katanya.
Abah Aan menegaskan, penanganan dilakukan tanpa membunuh kelelawar maupun melukai hewan tersebut. Metode yang diterapkan bertujuan membuat kelelawar secara perlahan meninggalkan gedung dan mencari tempat bersarang baru. “Kita lakukan secara baik-baik,” pungkasnya. adi
























