Dinas Pariwisata Buleleng Bangun Arena Megangsing di Desa Munduk

  • Whatsapp
ARENA Megangsing yang dibangun di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Foto: rik
ARENA Megangsing yang dibangun di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Megangsing adalah permainan tradisional yang sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu di daerah Catur Desa yakni di Desa Gesing, Desa Gobleg, Desa Munduk, dan Desa Umejero. Sebagai bentuk pelestarian aset budaya dan tradisi, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng membangun arena megangsing di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, untuk memberikan wadah bagi para pencinta permainan ini.

Arena megangsing di Desa Munduk dianggap sebagai arena yang layak untuk perlombaan bahkan pertunjukan bagi para wisatawan. Selain itu, permainan megangsing dinilai bisa menjadi salah satu daya tarik wisata yang disuguhkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Buleleng.

Bacaan Lainnya

Dana yang digunakan untuk membangun arena megangsing ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Usai pembangunan arena megangsing ini rampuang, digelar upacara melaspas pada Sabtu (19/12/2020) yang dihadiri oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, didampingi Kepala Dispar Buleleng, Made Sudama Diana, dan Camat Banjar, Gede Arya Suardana.

Bupati Suradnyana mengatakan, aset kebudayaan berupa permainan tradisional megangsing ini perlu dijaga dengan baik dan tidak boleh lepas dari tradisi yang sudah ada. Mulai dari penentuan bahan hingga pengerjaan harus tetap menggunakan bahan dan alat yang tradisional. Sebab, itu adalah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Baca juga :  Debat Kandidat Media Tarik Pemilih ke TPS

“Saya usulkan, kedepan kalau ada lomba megangsing, tiga hari sebelumnya ada lomba membuat gangsing yang digunakan untuk perlombaan nantinya, sehingga runutannya lebih panjang. Ini bisa menjadi edukasi kepada wisatawan cara membuat gangsing,” ujar Suradnyana.

Masyarakat juga diminta untuk menanam pohon yang kayunya bisa digunakan sebagai bahan pembuatan gangsing. “Jadi arahnya jelas sebagai pelestarian lingkungan. Tanam pohon yang bisa digunakan sebagai bahan gangsing. Nanti adakan acara panen pohon bahan gangsing satu pohon tapi ditanam 100 pohon untuk menggantinya,” kata Suradnyana.

Sementara itu, Kepala Dispar Buleleng, Made Sudama Diana, menjelaskan, pembangunan arena ini tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispar dengan program bernama Pembangunan Panggung Kesenian dan Penonton. Desa Adat Munduk masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehingga pembangunan arena ini bisa diusulkan.

Pagu anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat senilai Rp1 miliar lebih, namun proses tender yang dimenangkan pihak penyedia dengan nilai kontrak Rp871 juta lebih. “Sesuai kontrak kerja, proyek ini mulai dikerjakan 25 Agustus 2020 dan selesai 14 Desember 2020,” jelas Sudama Diana.

Dia mengakui selama ini event megangsing selama ini tidak pernah punya tempat yang baik. Sehingga, melalui Dispar Buleleng dan Desa Adat Munduk, diusulkan untuk membangun arena tersebut. “Jadi dengan dibangunnya arena ini, kedepan jika ada festival yang melibatkan atraksi megangsing bisa dilakukan di sini,” pungkas Sudama Diana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.