Desa Wisata Penglipuran Ujicoba Dibuka, Pengunjung Mulai Berdatangan, Pengelola Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Foto: PENGELIPURAN SEJUMLAH wisatawan tampak menikmati keindahan Objek Wisata Desa Tradisional Penglipuran saat ujicoba dibuka. Foto: gia
Foto: PENGELIPURAN SEJUMLAH wisatawan tampak menikmati keindahan Objek Wisata Desa Tradisional Penglipuran saat ujicoba dibuka. Foto: gia

BANGLI – Objek Wisata Desa Tradisional Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan/Kabupaten Bangli, mulai dibuka untuk wisatawan sejak 4 September lalu. Objek dibuka masih tahap ujicoba, dan pengelola akan melakukan verifikasi untuk memastikan kesiapan menerima kunjungan. Meski baru ujicoba, pengunjung sudah mulai berdatangan.

Pada Minggu (6/9) lalu, misalnya, sudah mulai terlihat wisatawan asal Kota Solo, Jawa Tengah, dan beberapa wisatawan domestik berkunjung ke lokasi tersebut. “Saat ini sedang mempersiapkan untuk verifikasi, yang dilaksanakan tanggal 10 September 2020,’’ ucap Ketua Badan Pengelola Objek Wisata Desa Tradisional Penglipuran, I Nengah Moneng.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut disampaikan, banyak hal yang menjadi pertimbangan dilakukan ujicoba. Salah satunya elah selesainya renovasi pendukung objek, salah satunya bale banjar adat yang selama ini sering dijadikan sebagai tempat pertemuan para tamu. Disamping adanya desakan dari warga adat dimana seringnya tamu yang datang banyak yang kecewa ingin menikmati suasana rumah tradisional jauh-jauh datang dari Kalimantan dan daerah lainnya.

“Banyak pemandu wisata baik lokal maupun nusantara menghubungi saya menanyakan kapan Desa Wisata Penglipuran mulai dibuka, bahkan yang lebih kasihan lagi tamu dari Kalimantan sampai tiga kali datang dengan harapan bisa menikmati aura desa tradisional yang terkenal di seantero dunia untuk diabadikan,” katanya.

Baca juga :  Rentan Gampabumi, Bangli Dipasang WRS Generasi Terbaru

Setelah dilaksanakan paruman desa adat pada 2 September lalu, diputuskan mulai 4 September dilaksanakan ujicoba dibuka dengan melakukan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat. Sebelum menerima kunjungan wisatawan, salah satunya telah mempersiapkan prokes dengan adaptasi kehidupan era baru.

Lanjut disampaikan setelah mulai di ujicoba dibuka puluhan orang tiap hari berkunjung, sehingga untuk menerapkan prokes tidaklah begitu sulit. Sebelumnya memang tiap hari ada beberapa wisatawan domestik berkunjung, namun hanya di luar wilayah objek saja, seperti di lokasi hutan bambu, namun pihak petugas sedari awal tetap melaksanakan tugasnya. “Setiap yang masuk ke wilayah Desa Adat Penglipuran tentunya disemprot dengan disinfektan,’’ tegasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.