POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dari 68 desa di Kabupaten Bangli, baru Desa Bunutin di Kecamatan Bangli yang memiliki program angkutan siswa gratis dengan menggandeng pemilik angkutan perdesaan. Selain memfasilitasi kebutuhan transportasi bagi siswa desa, program ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan.
Perbekel Desa Bunutin, I Ketut Librata Jaya, Senin (29/7/2024) menuturkan, layanan angkutan siswa gratis dimulai sejak Februari lalu. Kebanyakan melayani siswa ke SMPN 3 Bangli yang berlokasi di Banjar Sema, Desa Tamanbali, Bangli. Menurutnya, ada beberapa hal yang melatarbelakangi Desa membuat layanan angkutan siswa gratis.
“Yakni menekan siswa di bawah umur mengendarai sepeda motor, melihat dari sisi usia mereka belum stabil kalau mengendarai sepeda motor. Selain itu banyak orangtua kesulitan jika harus antar-jemput anak,” terangnya.
Selain itu, sambungnya, layanan siswa gratis ini dapat membuka layanan pekerjaan bagi pemilik angkutan. Sebab, sejak beberapa tahun belakangan banyak angkutan perdesaan mati suri karena mulai ditinggalkan. Masyarakat lebih banyak mengendarai sepeda motor sendiri ketimbang naik angkutan perdesaan.
Untuk layanan angkutan siswa gratis ini, pemilik angkutan menjalin kerja sama dengan Desa dengan dibayar Rp2 juta per bulan per armada. Sebelum kerja sama, pihak Desa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan mengenai syarat untuk bisa bekerja sama. Minimal harus dipastikan kelayakan armada dan izin lainnya.
”Selain kelayakan armada, kami juga cek Surat Izin Mengemudi. Biaya per bulan yang kami bayarkan sudah melalui perhitungan berdasarkan masuk dan liburnya siswa,” ungkapnya.
Dari lima armada yang ada, mereka melayani pelajar di wilayah Banjar Guliang Kawan, Banjar Bunutin, Banjar Dadia Puri, Banjar Dukuh dan Banjar Selati. Untuk saat ini ada 156 siswa yang dilayani angkutan siswa gratis, mulai beroperasi pukul 06.15 Wita. Masing-masing armada bolak-balik dua kali, pagi mengantar ke sekolah dan pulang sekolah dijemput kembali.
Pelaksanaan layanan angkutan siswa gratis diperlukan anggaran Rp120 juta, sedangkan baru dianggarkan Rp98 juta. Di anggaran perubahan akan kembali ditambah. “Kami berupaya agar program ini terus berlanjut guna menunjang kegiatan pendidikan, dan memang dibutuhkan masyarakat yang ingin anaknya bisa bersekolah,” lugasnya memungkasi. gia
























