POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Sebanyak 1.261 taekwondoin yang berasal dari 16 provinsi dan 74 dojang (klub) telah mengakhiri perjuangannya selama 4 hari (25-28 Juli 2024) pada ajang KONI Badung Sport Tourism (KBST) 2024 cabang olahraga (Cabor) Taekwondo, di Auditorium Widya Sabha Kampus Universitas Udayana (Unud) Jimbaran. Hasilnya?
Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Badung selaku tuan rumah, sukses meraih dwi sukses pada even tersebut. Pertama; sukses sebagai penyelenggara kejuaraan tersebut yang berakhir Minggu (28/7/2024). Dan sukses kedua; meraih prestasi dengan menyapu bersih dua gelar juara umum.
Juara umum katagori prestasi direbut tim TI Badung. Walau tanpa diperkuat 7 taekwondoinnya yang membela Bali di PON XXI/2024, TI Badung mampu menyabet 12 keping medali emas, 10 perak dan 11 perunggu. Sementara, Dojang Angel Prima Denpasar sebagai juara umum dua meraih 8 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Juara Umum tiga diraih Dojang Mangara Gianyar dengan 4 emas, 2 perak dan 4 perunggu.
Sedangkan di katagori pemula, juara umum diraih Dojang Udayana Bali yang merupakan anggota Pengkab TI Badung. Dojang Udayana mendulang 26 emas, 29 perak dan 35 perunggu. Udayana Bali unggul jauh dari Dojang Gamarga Gianyar sebagai juara umum dua dengan 18 emas, 16 perak dan 11 perunggu. Disusul Dojang Amazing Kids Denpasar dengan 18 emas, 3 perak dan 7 perunggu.
Atas raihan prestasi tersebut, Ketua Umum Pengkab TI Badung Putu Winasa mengaku bangga, terutama terhadap perjuangan para taekwondoin Badung yang dengan penuh semangat tanpa lelah, mempersiapkan diri sebelum even ini berlangsung.
”Anak-anak melakukan latihan dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Jadi prestasi ini, buah dari hasil latihan keras mereka,” ucap Putu Winasa yang juga mantan Ketua Dojang Udayana Bali, ketika dihubungi posmerdeka.com.
Prestasi yang diraih TI Badung juga mendapat apresiasi dari Ketua Bidang III Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Rafael Jeroso. ”Dari penyelenggaraan kejuarannya juga sangat baik, sangat rapi sejak pertandingan hari pertama,” nilainya.
Ia menambahkan, sistem penilaian cabor taekwondo sangat obyektif karena mempergunakan teknologi sangat canggih, sehingga kadar subyektifitasnya sangat kecil bahkan nyaris tidak ada. Jadi prestasi yang diraih para taekwondoin Badung, tidak semata-mata karena faktor tuan rumah, tetapi murni karena kemampuan yang ditunjukkan selama kejuaraan.
”Event-event seperti KBST ini sangat baik. PB pastinya sangat mensuport, sebab selain menambah pengalaman bertanding, juga sangat positif dalam upaya menggali bibit-bibit atlet potensial yang nantinya bisa dikembangkan untuk berkirah di tingkat nasional maupun internsional,” sebut Rafael.
Rafael yang terus memantau kejuaraan KBST 2024 ini sejak hari pertama hingga terakhir, berharap TI Badung bisa melahirkan Kadek Heni Prikasih yang baru. Sebagaimana diketahui taekwondoin Kadek Heni Prikasih kini menjadi andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. yes
























