Desa Adat Swadaya Truk Sampah, Bupati Mahayastra Luncurkan Truk BUPDA Yehtengah

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra saat meluncurkan truk BUPDA Yehtengah, Kamis (24/6/2021). foto: adi

GIANYAR – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, meluncurkan truk Baga Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Yehtengah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, di Pura Dalem Desa Adat Yeh Tengah, Kamis (24/6/2021). Peluncuran ditandai dengan pemotongan pita yang dibentangkan di depan truk.

Pada kesempatan itu, ikut hadir anggota Fraksi PDIP DPRD Gianyar dari Dapil Payangan-Tegallalang, I Nyoman Kadel; Kadis Perizinan, Dewa Alit Mudiarta; Kepala BPKAD, Ngakan Jati Ambarsika; Plt. Camat Payangan, I Made Mudarta; dan Pj. Perbekel Kelusa, I Kadek Arnata. Sebelum peluncuran, Mahayastra sembahyang bersama dan menyaksikan penyerahan Pararem Kelayusekaran dari Ketua Sabha Desa, I Made Sudarma; kepada Bendesa Adat Yehtengah, I Made Sukadana.

Bacaan Lainnya

Bupati Mahayastra mengatakan, selama ini Pemkab telah meluncurkan bantuan 33 truk kepada desa, banjar dan desa adat. Hanya, belum ada truk yang dibeli secara swadaya. “Truk BUPDA Desa Adat Yehtengah ini, truk pertama yang dibeli secara swadaya,” pujinya.

Dia menuturkan, dulu ada teba (areal di luar pekarangan) untuk tempat membuang sampah. Bahkan di teba siapa saja bebas membuang sampah. Namun, kini tidak bisa seperti itu lagi, karena jika ada yang keberatan akan jadi permasalahan. Karena itu, sebutnya, kini sudah saatnya mulai peduli terhadap mengelola sampah sendiri, sesuai slogan Pemprov Bali yakni “Desa Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain” yang telah diluncurkan di Desa Taro beberapa waktu lalu.

Baca juga :  PKS Minta Pemerintah Fokus Awasi Tempat Wisata

Terkait pengelolaan sampah di Desa Adat Yehtengah, Mahayastra berjanji akan membantu TPS3R pada tahun 2022. Jika truk yang dibeli sekarang rusak, dia berjanji siap membantu. “Namanya juga truk bekas, suatu saat akan terjadi kerusakan. Nanti kalau truknya rusak akan saya bantu,” ujarnya.

Dia juga mendaku siap mendukung program Desa Adat Yehtengah untuk pengembangan ekonomi masyarakat, seperti mengelola sumber air bersih, dan membangun tenten mart. Mewujudkan itu, dia berpesan masyarakat harus bersatu. Apa yang diarahkan prajuru desa untuk meningkatkan kesejahteraan harus didukung. “Kalau sudah bersatu, pemerintah pun lebih mudah membantu,” ajaknya.

Bendesa Sukadana mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang hadir untuk meluncurkan truk BUPDA Desa Adat Yehtengah. Truk BUPDA itu diharapkan menjadi cikal bakal perkembangan BUPDA di Yehtengah, untuk selanjutnya berkembang usaha desa adat lainnya. Truk itu, jelasnya, dibeli dengan urunan krama desa yang jumlahnya 309 KK dengan mencicil Rp 20 ribu tiap bulan. “Cicilan untuk beli truk dan sekaligus untuk biaya operasional sehari-hari,” ungkapnya.

Truk ini akan digunakan untuk mengangkut sampah plastik ke TPA, dan nanti diupayakan pengolahan sampah di desa adat dengan TPS3R. Pihaknya berencana kerjasama dengan desa adat tetangga untuk pelayanan mengangkut sampah.

Dengan adanya pengangkutan sampah ini, dia berharap krama desa memiliki kesadaran terhadap sampah. “Sampah dipilah, yang masih bisa digunakan agar digunakan lagi, yang bisa diolah dilakukan pengolahan. Saya harapkan yang diangkut ke TPA hanya residu saja,” pintanya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.