Bunut Tua Tumbang Timpa Dua Pura di Tabanan

POHON bunut yang tumbang dan menimpa dua pura di Banjar Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kamis (5/5/2022). Foto: ist
POHON bunut yang tumbang dan menimpa dua pura di Banjar Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kamis (5/5/2022). Foto: ist

TABANAN – Pohon bunut berusia sekitar 400 tahun tumbang dan menimpa dua pura di Banjar Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 00.25 Wita. Kedua pura yang ditimpa pohon tumbang tersebut yakni Pura Puseh Adat Gunung Sari dan Pura Manikan Gunung Sari.

Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana, mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa karena bencana alam tersebut. Pada saat kejadian, saksi I Nengah Sulatra (65) mendengar suara gemuruh di sekitaran Pura Puseh Adat Gunung Sari. Selanjutnya, saksi keluar dan melihat dahan pohon bunut dengan diameter sekitar satu meter dan tinggi sekitar 30 meter tumbang dan menimpa beberapa palinggih di kedua pura tersebut.

Bacaan Lainnya

Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada Bendesa Adat Gunung Sari, I Ketut Widadi (51), juga kepada pemangku Pura Puseh Adat Gunung Sari dan pemangku Pura Manikan Gunung Sari.

Karena situasi saat itu masih gelap dan hujan deras, katanya, belum dilakukan upaya pembersihan. Sekitar pukul 07.00 Wita, kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Jatiluwih, dan diteruskan ke Polsek Penebel.

Kapolsek Penebel bersama Camat Penebel, Danramil Penebel, BPBD Tabanan, dan masyarakat setempat melaksanakan pemangkasan kayu pohon yang tumbang, dan pembersihan di sekitar tempat tersebut.“Dahan pohon bunut yang berusia sekitar 400 tahun itu tumbang karena diduga akibat cuaca ekstrem, yaitu curah hujan yang cukup tinggi, disertai petir dan angin kencang,” ujar Artadana.

Baca juga :  Pemkab Badung Pastikan Program Kesejahteraan Masyarakat Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

Akibat bencana alam tersebut, Pura Puseh Adat Gunung Sari mengalami kerusakan palinggih piasan dan tembok penyengker sebelah barat dan utara sekitar 15 meter. Kerugian material sekitar Rp250 juta.

Sementara Pura Manikan Gunung Sari mengalami kerusakan balai paruman, palinggih catu meres, palinggih catu mujung, palinggih prasasti, tembok penyengker sebelah timur dan utara sekitar 10 meter. Kerugian material sekitar Rp250 juta. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.