KARANGASEM – Desa Adat Besakih, Karangasem berencana melakukan upacara mecaru atau pembersihan secara niskala, setelah beredar foto aksi tak senonoh seorang wisatawan asing saat mendaki puncak Gunung Agung, beberapa waktu lalu.
Kesiapan itu disampaikan Pemucuk Pemangku Pura Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana, ditemui di kawasan parkir Manik Mas Besakih, Jumat (24/3/2023). “Ya akan dilaksanakan pecaruan, kami akan musyawarahkan dulu kapan akan digelar,” terangnya.
Sebagai pemimpin pemangku Pura Agung Besakih, dia sangat menyayangkan apa yang dilakukan oknum bule tersebut. Sebab, Gunung Agung merupakan gunung yang sangat disucikan umat Hindu di Bali, terutama di Kabupaten Karangasem.
Gubernur Bali, Wayan Koster, usai pengukuhan pengurus Badan Pengelola Fasilitas Kawasan suci Pura Agung Besakih, mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk menelusuri kapan kejadian tersebut berlangsung.
“Tadi saya dapat info, kejadiannya pada bulan Januari lalu, bule ini sudah kembali ke negaranya. Atas aksi tersebut kami, Pemerintah Provinsi Bali, akan segera membuat surat edaran (SE) terkait aktivitas pendakian,” janjinya. nad
























