Buang Limbah hingga Dua Sungai di Denpasar Memerah, Pengusaha Sablon Diamankan

PENERTIBAN pembuang limbah yang mengakibatkan tercemarnya sungai di kawasan Jalan Mahendradata dan Jalan Gunung Gede, Kota Denpasar, Kamis (7/4/2022). Foto: ist

DENPASAR – Kondisi sungai di kawasan Jalan Mahendradata dan Jalan Gunung Gede terlihat berubah warna menjadi kemerahan pada Kamis (7/4/2022) pagi.

Tim Satgas DLHK Kota Denpasar bergerak cepat dengan menyusuri kawasan sekitar sungai. Pembuang limbah pun berhasil diamankan yang dibuktikan dengan barang bukti dan saluran limbah yang bermuara ke sungai tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa; didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penertiban usaha sablon di kawasan sekitar sungai.

Usaha tersebut diketahui menjadi sumber limbah sablon dan menyebabkan sungai menjadi tercemar dan berubah warna menjadi kemerahan.

“Iya, kami sudah tertibkan. Penyebabnya adalah usaha sablon atau pencelupan yang membuang limbah sembarangan,” kata Putra Wirabawa yang akrab disapa Gustra.

Dalam penertiban itu, akses pembuangan limbah juga langsung ditutup oleh petugas agar tidak lagi melakukan pembuangan limbah sembarangan ke sungai.

Menurut Gustra, penertiban ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tindak lanjut atas laporan dan informasi dari masyarakat. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman,” tegasnya.

Baca juga :  Pelayanan Tanpa Tatap Muka, Polres Bangli Luncurkan Program “Sijoli”

Ia menjelaskan, pelaksanaan sidak telah sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Karenanya, bagi pelanggar perda akan digiring dan dikenakan sanksi berupa sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Gustra berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi administrasi izin usaha. Bagi usaha yang menimbulkan limbah, harus dilengkapi dengan pengolahan limbah.

“Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan menanamkan pentingnya tertib administrasi bagi masyarakat, baik dalam bekerja maupun melaksanakan usahanya,” jelas Gustra.

Ia menambahkan, dengan masih adanya laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di bidang lingkungan, menjadikan Tim DLHK Kota Denpasar gencar melaksanakan sidak.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, terutama dalam menjaga lingkungan,” ujarnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.