Baru Dua Tahun, SMA Widiatmika Sabet Akreditasi Baik

MAHASISWA Universitas Mahasaraswati, Denpasar saat mengikuti Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan I untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa mengenai manajemen sekolah di SMA Widiatmika. Foto: Ist
MAHASISWA Universitas Mahasaraswati, Denpasar saat mengikuti Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan I untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa mengenai manajemen sekolah di SMA Widiatmika. Foto: Ist

DENPASAR – Kepala SMA Widiatmika, I Made Suadnyana, dan seluruh keluarga besar SMA Widiatmika menyampaikan syukur sedalam-dalamnya atas keberhasilan sekolah mereka mencapai hal baik dan kesuksesan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam menciptakan dan mempersiapkan generasi yang unggul, juga mampu menjawab setiap tantangan pada masa depan. “Untuk itu, setiap sekolah harus memiliki segala fasilitas berupa kesiapan kurikulum, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran yang teratur, serta manajemen pendidikan sekolah yang baik,” ucapnya, Rabu (6/4/2022).

SMA Widiatmika di Jalan Kembar Kampus Udayana No. 8 Jimbaran, Badung ini mampu mencapai akreditasi baik di usia muda. Walaupun baru berdiri pada 29 Mei 2019, sekolah ini mendapat akreditasi B dengan nilai total 89 oleh Badan Akreditasi Nasional. Bagi sekolah, akreditasi merupakan hal sangat penting. Sebab, status dan peringkat akreditasi adalah hasil penilaian kelayanan satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas, pendidikan kejuruan, dan juga pendidikan non formal untuk memberi penjaminan mutu pendidikan. Dengan adanya akreditasi, suatu sekolah dapat dinilai dan diakui kelayakannya oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Satu bukti yang baik penerapan capaian akreditasi itu, SMA Widiatmika aktif berperan dalam pelaksanaan Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan I, untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa mengenai manajemen sekolah. SMA Widiatmika bekerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar untuk melaksanakan program ini. Kelompok mahasiswa terdiri dari Putu Pradnya Paramitha, Marlina Ivon, I Gusti Ayu Kade Novita Sari, I Wayan Darsana, Ni Komang Tri Noviana Dewi, Putu Arya Pradnya Dewi, Ni Putu Mira Anjasari, Putu Widya Silawati, I Putu Bagus Ari Dharsana, dan Rachel Angeline, serta didampingi I Made Surya Hermawan.

Baca juga :  Jangan Ada Klaster Corona Tawur Kesanga

Dari hasil observasi, SMA Widiatmika memiliki kultur sekolah 3S (senyum, salam, sapa) dengan sangat baik. Para guru dan pegawai sangat ramah, sarana dan prasarana yang sangat memadai seperti ruang kelas dilengkapi dengan air conditioner, dan fasilitas wifi yang menjangkau ke seluruh sudut sekolah. Kebersihan juga sangat dijaga, suasana sekolah nyaman, kegiatan belajar-mengajar berjalan fokus dan kondusif, penerapan kegiatan kurikuler seperti persiapan siswa menghadapi ujian, kebiasaan literasi, dan kegiatan keagamaan berjalan baik.

Melihat semua hal dan kegiatan positif tersebut, tidak heran SMA Widiatmika dapat mencapai prestasi akreditasi baik di usia masih muda. Akreditasi ini diharap menjadi motivasi dan pedoman bagi sekolah, untuk terus menyelenggarakan pendidikan dengan mutu yang terjamin. Pun dapat menjadikan SMA Widiatmika untuk terus berinovasi agar dapat mencapai visi sekolah yang telah ditetapkan.

Dengan adanya penilaian akreditasi ini, SMA Widiatmika dapat menjadi sekolah yang membawa kebaikan bagi seluruh insan, dan menjadi sekolah yang terpercaya oleh masyarakat dalam mendidik generasi muda. Pendidikan merupakan kunci keberhasilan dan pondasi seluruh generasi muda. Karena itu, mutu pendidikan yang terjamin dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik, sangat penting untuk kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama agar tercapainya Generasi Emas Indonesia 2045. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.