Bisnis Sepakbola di Bumdes: Peluang dan Tantangan

  • Whatsapp
NI Kadek Sinarwati. foto: dok

Oleh Ni Kadek Sinarwati
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

PERATURAN Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes merupakan peraturan yang memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada BUMDes untuk lebih mengembangkan usahanya. BUMDes yang berbadan hukum setelah memiliki sertifikat badan hukum, membuka kesempatan luas bagi BUMDes untuk melaksanakan berbagai jenis usaha sepanjang kehadiran BUMDes tidak menjadi kompetitor dan jangan sampai menjadi predator usaha ekonomi di desa.

Bacaan Lainnya

Salah satu peluang bisnis yang dapat dijalankan BUMDes adalah unit usaha/bisnis dibidang olahraga, salah satunya adalah sepakbola. Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang dimulai dari tingkat desa, merupakan pencarian atlet-atlet nasional dengan seleksi ketat dan berjenjang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi hingga akhirnya menjadi atlet tingkat nasional yang mewakili negara ke tingkat internasional.

Kegiatan Porsensi di tingkat desa atau Porsenides, memberikan peluang bagi kehadiran BUMDes untuk turut serta menjalankan bisnis di unit usaha. Peluang bisnis di cabang olahraga sepakbola yang dapat dijalankan oleh BUMDes adalah penyewaan lapangan, penyediaan tenaga pelatih, penyediaan perlengkapan sepakbola seperti kostum pemain, bola, sepatu dan aksesoris lainnya.

BUMDes Sila Candra di Desa Batu Bulan Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu contoh BUMDes di Provinsi Bali yang sudah menjalankan unit usaha sepakbola sebagai salah satu unit usaha BUMDesnya selain unit usaha perdagangan alat tulis kantor dan penjualan sembako. Penyewaan lapangan milik desa yang dikelola BUMDes Sila Candra memberikan peluang untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi, dan membangkitkan perekonomian di desa.

Baca juga :  Libur Nataru, Basarnas Bali Siaga Khusus 18 Hari

Upaya yang dapat dilakukan BUMDes untuk mengembangkan unit usaha sepakbola adalah dengan memanfaatkan lapangan desa, dengan bekerjasama dengan PSSI di daerah mendirikan sekolah sepakbola. Pelaksanaan event-event Porsenides dimanfaatkan untuk menjual keperluan sepakbola dan bekerja sama dengan pelaku usaha mikro di desa dalam menyediakan produk kuliner.

Peluang pengembangan usaha sepakbola bagi BUMDes tentu saja menghadapi beberapa tantangan diantaranya lapangan desa yang juga dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan biaya perawatan lapangan yang lebih tinggi dari pendapatan sewa.

Gagasan pengembangan usaha sepakbola oleh BUMDes patut mendapat dukungan dari berbagai pihak khususnya PSSI dan Kementerian Desa. Manfaat ekonomi yang akan diperoleh adalah keuntungan dari penyewaan lapangan, penjualan perlengkapan sepakbola, dan penjualan makanan dan minuman oleh BUMDes atau masnyarakat pada saat dilaksanakan pertandingan.

Manfaat sosial dari aktifnya olah raga sepakbola di desa adalah mengurangi ketergantungan anak-anak sekolah terhadap gadget. Anak-anak yang bergerak secara aktif dan memiliki aktivitas fisik lebih banyak, terbukti memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan nilai pelajaran yang lebih baik (Iriawan, 2021).

Bisnis sepakbola di BUMDes, memiliki peluang besar untuk dikembangkan, meskipun tantangan menghadang, semoga dengan semangat membangun Indonesia dari desa BUMDes dengan dukungan semua pihak mampu menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.