Beberapa Daerah di Buleleng “Blank Spot” Tangkap Siaran TV Digital

KEGIATAN survei daerah di wilayah Buleleng yang bisa menangkap siaran TV digital oleh tim Dinas Kominfosanti Buleleng. Foto: ist
KEGIATAN survei daerah di wilayah Buleleng yang bisa menangkap siaran TV digital oleh tim Dinas Kominfosanti Buleleng. Foto: ist

BULELENG – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng melakukan survei terhadap daerah di wilayah Buleleng yang bisa menangkap siaran TV digital. Dari hasil survei, hasilnya ada beberapa daerah yang masih belum maksimal menangkap siaran TV digital karena masuk wilayah blank spot.

Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suarmawan, mengatakan, sejauh ini pihaknya rutin melakukan survei ke beberapa wilayah di Buleleng untuk dapat memastikan daerah yang bisa atau belum bisa menangkap siaran TV digital. Nantinya hasil survei akan dijadikan bahan informasi kepada masyarakat. Menurut Suwarmawan, tahun ini Buleleng mendapat giliran migrasi dari TV analog ke digital yang dilaksanakan secara serentak pada 30 April nanti.

Bacaan Lainnya

‘’Kami lakukan survei ini untuk nanti bisa ditunjukkan kepada masyarakat bahwa daerah mana saja yang mendapat siaran TV digital,’’ kata Suwarmawan, Selasa (19/4/2022) usai melakukan survei.

Dari hasil survei, beberapa wilayah seperti Kecamatan Tejakula dan Gerokgak masih belum maksimal menangkap siaran TV digital jelang peralihan serentak pada tanggal 30 April nanti. Misalnya di wilayah Desa Sumberklampok, yang masuk wilayah blank spot karena topografi yang cukup berat dan kawasan hutan lindung.

Baca juga :  Pasien RS Payangan Dimanjakan Program PH Health Care

Untuk itu, Suwarmawan berharap, rencana Pemprov Bali membangun tower jaringan televisi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng bisa segera selesai, agar menjadi solusi bagi masyarakat Buleleng bisa menikmati siaran TV digital secara maksimal. ‘’Harapan kami untuk daerah blank spot nanti dengan adanya program Pemprov itu, siaran yang ditangkap bisa dengan kualitas jaringan yang baik dan lebih banyak. Jadi, tanpa harus menggunakan perangkat yang lebih lengkap atau lebih canggih,’’ ujar Suwarmawan.

Untuk daerah yang bisa mengakses siaran TV digital, lanjut Suwarmawan, cukup memakai sejumlah fasilitas agar sinyal bisa ditangkap lebih maksimal. Misalnya, alat antena, boster, dan set top box. Namun jika TV warga telah support TV digital, maka peralatan dipakai hanya antena saja. “Kalau TV-nya belum support TV digital, perlu alat tambahan,” pungkas Suwarmawan. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.