Banyak Hotel dan Restoran Tak Ambil Dana Hibah, Badung Kembalikan Rp212 Miliar ke Pusat

  • Whatsapp
PANTAI Timbis mulai dikembanhkan Desa Adat Kutuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan internasional. Foto: gay
PANTAI Timbis mulai dikembanhkan Desa Adat Kutuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan internasional. Foto: gay

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung telah menuntaskan penyaluran Dana Hibah Pariwisata kepada hotel dan restoran yang berhak menerima dana stimulus itu. Berdasarkan SK Bupati Badung Nomor 67/054/HK/2020 tercatat ada 1.065 hotel dan 345 restoran berhak menerima hibah. Namun demikian, hingga batas akhir penyetoran berkas, banyak hotel dan restoran yang tidak mengajukan berkas sebagai syarat menerima hibah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Cokorda Raka Darmawan membenarkan bahwa sebagian dari hotel dan restoran tidak mengajukan berkas. “Sesuai SK Bupati Nomor 67/054/HK/2020 ditetapkan ada 1.065 hotel dan 345 restoran penerima hibah. Tapi, hanya 655 hotel dan 274 restoran sehingga total 929 hotel dan restoran yang memenuhi syarat untuk menerima hibah pariwisata,” kata Cok Darmawan di Mangupura, Senin (18/1/2021).

Bacaan Lainnya

Saat ini, hotel dan restoran yang menerima manfaat dari hibah tersebut wajib menyetorkan laporan pertanggungjawaban. “Laporan akhir harus disampaikan paling lambat 28 Februari 2021,’ kata Darmawan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat melalui kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengucurkan dana hibah pariwisata guna percepatan pemulihan pariwisata. Kabupaten badung menerima Rp 948 miliar, 70 persennya atau senilai Rp663 Miliar untuk pelaku usaha hotel dan restoran. Sisanya 30 % digunakan untuk kegiatan Pemerintah Daerah yang menyangkut masalah keamanan, kebersihan, kesehatan dan lingkungan. “Yang terserap untuk hotel dan restoran itu sebanyak Rp502 miliar lebih,” katanya.

Baca juga :  Kemenpora Gelontorkan 87 Miliar untuk Tangani Covid-19

Cok Darmawan pun mengakui banyak hotel dan restoran yang tidak melengkapi persyaratan. Bahkan kata dia, pihaknya telah berulang kali mengingatkan untuk mengambil dana hibah tersebut dengan terlebih dulu melengkapi berkas sebagaimana yang dipersyaratkan. Salah satunya adalah hotel Ayana yang dijatah Rp26 miliar.

“Mereka tidak mengambil, mungkin dia memandang tidak perlu. Karena kemampuannya hebat, kita tidak tahu. Itukan hak mereka, kita tidak bisa intervensi,” kata Asisten III Bidang Administrasi umum, Pemkab Badung itu.

Dana yang tidak terserap itu kemudian, tambah Cok Darmawan kembalikan ke pemerintah pusat. “Jadi dari dana yang ditransfer ke Pemkab Badung ada sisa dana Rp212 miliar. Dan itu dikembalikan pemerintah pusat,” sebutnya.

Dana hibah pariwisata tersebut dapat dipergunakan untuk operasional hotel dan restoran, operasional, termasuk di antaranya untuk membayar gaji karyawannya. Namun demikian, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Badung Ida Bagus Oka Dirga masih ditemukan masih terdapat perusahaan yang belum melunasi kewajiban kepada karyawan.

“Banyak perusahan tidak bayar (upah) karyawannya. Statusnya masih tetap karyawan, tapi ini sudah menjadi kesepakatan. Mereka yang dirumahkan juga tanpa upah,” kata Oka Dirga dikonfirmasi terpisah. Namun demikian, sebelumnya pihaknya mengaku juga melayangkan surat ke seluruh perusahaan di Badung untuk melaporkan kondisi tenaga kerja di perusahaan tersebut. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.