Bang Zul Sebut Ganjar Sahabat Lama, Beda Partai Tapi Silaturahmi Jalan Terus

GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah (kiri); saat menemani Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berdialog dengan Pemuda Kreatif NTB di Mataram, Minggu (20/3/2022) malam. Foto: rul

MATARAM – Dua gubernur berbeda partai, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dari PDIP; bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dari PKS, menemui kelompok pemuda kreatif NTB usai menonton MotoGP Mandalika, Minggu (20/3/2022) malam lalu.

Keduanya terlihat akrab, bahkan saling memuji saat berdialog dengan komunitas influencer, atlet balap motor, fotografer, agensi kreatif, hingga wartawan.

Bacaan Lainnya

Zulkieflimansyah mengakui dia berbeda partai dengan Ganjar, tapi mereka merupakan sahabat lama. Apalagi keduanya pernah sama-sama menjadi anggota DPR RI. Karena itu, komunikasi keduanya tetap terjalin hangat hingga kini.

“Adik-adik, saya dan Mas Ganjar ini temen lama, tetangga di Jakarta, silaturahmi kami berdua itu terjalin sangat lama. Makanya politik itu jangan diartikan sempit, tapi jadikan politik itu peluang untuk memperbanyak sahabat dan silaturahmi,” sebutnya kepada media, Senin (21/3/2022).

Menurut Bang Zul, sapaan karibnya, peluang kolaborasi antara Provinsi NTB dan Jawa Tengah sangat mungkin dilakukan. Apalagi NTB adalah provinsi yang memang harus banyak belajar dari provinsi lain, termasuk Jawa Tengah.

Dia mengaku tidak bisa NTB, yang baru saja menggelar event dunia, lantas merasa bisa hidup sendiri. “Semuanya harus bisa berkolaborasi bersama, dan NTB sangat mungkin mewujudkan kolaborasi dengan Provinsi Jawa Tengah yang jauh lebih maju dari NTB,” bebernya.

Baca juga :  APD Terbatas, Ketua DPRD Karangasem Sumbang Masker

Pada kesempatan yang sama, Ganjar Pranowo mengapresiasi Indonesia yang sukses menyelenggarakan balapan bertaraf internasional di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

“Bagus, Indonesia menyelenggarakan event yang menurut saya hebat. Dan, itu tidak terjadi di Ibu Kota Negara, tapi provinsi besar. Menurut saya keren banget,” serunya memuji NTB.

Menurut Ganjar, keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan MotoGP Mandalika 2022 tak lepas dari pengorganisasian yang tertib. Keberhasilan ini dapat sekaligus menjadi momentum kebangkitan ekonomi. “Dan saya kira NTB, lebih khusus Lombok, mendapatkan itu,” terangnya.

Bidang pariwisata, ulasnya, memiliki potensi ekonomi kreatif yang awet. Karena itu dia berpesan agar kelompok-kelompok kreatif di NTB dapat mewujudkan kualitas ekonomi yang baik melalui kerja-kerja kolaboratif.

“Pariwisata itu never ending (tak pernah berakhir), ini soal cerita kreatif, ekonomi kreatif itu tidak bisa lagi dibicarakan hanya pada ekonomi regional, mestinya kolaborasi,” tegas Ganjar.

Menyinggung tentang kolaborasi, Ganjar tak ragu memaparkan ide-ide ekonomi pariwisata yang dapat dipadukan dengan pariwisata NTB.

Dia juga menceritakan pengalaman selama mengelola sektor pariwisata di Jawa Tengah. Misalnya di Candi Borobudur, pemerintah membuat penginapan dengan memperbaiki rumah penduduk di sekitar Borobudur. Satu atau dua kamar diperbaiki, kemudian dijual untuk wisatawan.

Dia memastikan peluang Provinsi Jawa Tengah dan NTB untuk berkolaborasi membangun kualitas ekonomi pariwisata sangat terbuka untuk terwujud.

Baca juga :  Warga Tulikup-Sidan Ikuti Vaksinasi “Booster”

“Kolaborasi NTB dan Jawa Tengah kita mulai sejak pertemuan kali ini, hingga nanti pemuda kreatif NTB dengan Jawa Tengah bisa duduk bersama membangun sinergitas selanjutnya dalam bentuk yang konkret,” urai Ganjar memungkasi. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.