Badung Selatan Jadi “Batttleground”, Gus Bota Nakhodai Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Badung

GUS Bota saat sosialisasi paslon Ganjar-Mahfud kepada warga di Kuta Selatan. Foto: ist
GUS Bota saat sosialisasi paslon Ganjar-Mahfud kepada warga di Kuta Selatan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Wakil Ketua DPC PDIP Badung, I Bagus Alit Sucipta, mendapat tantangan baru dalam memenangkan pasangan calon Ganjar Pranowo-Mahfud Md di wilayah Kabupaten Badung. Peraih 111.000 lebih suara pada Pileg 2019 yang akrab disapa Gus Bota tersebut, didaulat menjadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Kabupaten Badung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Gus Bota memimpin Tim Pemenangan dengan didampingi kader senior Putu Parwata sebagai Sekretaris, dan I Gusti Anom Gumanti selaku Bendahara. Dalam Tim Pemenangan juga diisi kader partai pengusung lain dari Hanura, PPP dan Perindo.  

Read More

Dihubungi, Kamis (2/11/2023), Gus Bota membenarkan dia ditugaskan oleh partai untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Badung. Namun, dia tidak bersedia menyebut berapa target kemenangan yang dibebankan kepadanya. “Kemarin kan teman-teman sudah dengar bahwa di Bali punya target menang 95 persen. Kalau di Badung berarti ya nggak jauh-jauh dari segitulah,” kelitnya tanpa menyebut angka.

Tertutup soal target, Gus Bota mau sedikit terbuka menjawab strategi yang dilakukan untuk merealisasikan target kemenangan. Dia mendaku menjadikan wilayah Badung Selatan sebagai battleground atau palagan untuk mendulang suara. Pertimbangannya sederhana, yakni partisipasi pemilih di Badung Selatan, yang warganya banyak bekerja di sektor pariwisata, dari pemilu ke pemilu cenderung rendah. Selain itu, heterogennya masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri untuk didekati.

“Setelah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan, saya dan teman-teman dari partai koalisi langsung bergerak cepat turun ke masyarakat di Kecamatan Kuta Selatan. Baik di Kelurahan Jimbaran, Kelurahan Benoa, juga di Nusa Dua untuk sosialisasi paslon Pak Ganjar-Mahfud untuk Pilpres 2024,” terang pesilat Bakti Negara itu.

Disinggung bahwa Kuta Selatan termasuk banyak pemilih tradisional dari partai lain, Gus Bota tidak memungkiri. Meski demikian, sambungnya, kontestasi Pilpres adalah menawarkan figur yang memiliki nilai lebih untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. “Kan bisa saja seseorang memilih caleg partai A karena ada kedekatan pribadi, tapi di Pilpres milih sosok B, yang di luar partai A, karena dia suka figurnya. Itu contoh saja yang sebelumnya pernah terjadi, berarti kan bisa saja itu terjadi lagi nanti,” ucapnya diplomatis.

Apa berarti akan menerobos ke kandang partai lain? “Kalau dibilang menerobos kok seram sih kesannya? Anggap aja kami di luar pagar rumah, kasi pengumuman bahwa kami punya calon bagus. Kalau yang punya rumah kemudian keluar dan suka dengan calon kami, kan nggak menerobos namanya,” kelitnya sembari tertawa.

Untuk Badung, Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan KPU Badung per tanggal (21/6/2023) sejumlah 403.326 pemilih. Mereka  tersebar di enam kecamatan, 62 desa/kelurahan, dan 1.485 TPS. Jumlah DPT meningkat dibandingkan dengan Pemilu 2019, karena ada penambahan jumlah penduduk. Tercatat ada 197.977 pemilih laki-laki dan 205.349 pemilih perempuan. Berdasarkan wilayah kecamatan, ada 76.595 pemilih di Abiansemal, 41.822 pemilih di Kuta, 88.141 pemilih di Kuta Selatan, 68.752 pemilih di Kuta Utara, 102.219 pemilih di Mengwi, dan 25.797 pemilih di Petang. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.