Gaet Pemilih, KPU NTB Nobar Film “Kejarlah Janji”

KOMISIONER KPU NTB, Agus Hilman, saat nonton bareng dengan mahasiswa UIN Mataram. Foto: ist
KOMISIONER KPU NTB, Agus Hilman, saat nonton bareng dengan mahasiswa UIN Mataram. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – KPU NTB menetapkan 3.918. 291 warga NTB terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Jumlah pemilih generasi Z dan milenial mencapai 2,1 juta orang, atau 54,04 persen. KPU menargetkan dapat mengulang sukses partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 yang mencapai 82 persen.

“Harus kita akui, tantangan di Pemilu 2024 adalah gen Z ini, generasi digital natives, yang lahir di era media sosial. Jangankan datang ke TPS, antre menggunakan hak pilih, untuk urusan perut saja malas keluar rumah, cukup dengan pesan secara online,” kata komisioner KPU NTB, Agus Hilman, di Mataram, Kamis (2/11/2023).

Read More

Menurutnya, agar Gen Z mau menggunakan hak pilih, pemilu harus dikemas menjadi sesuatu yang menggembirakan. Untuk itu, KPU NTB sosialisasi kepada gen Z menggunakan media yang menyenangkan. Antara lain dengan nonton bareng (nobar) film “Kejarlah Janji” di pondok pesantren (ponpes) hingga perguruan tinggi di Kota Mataram, salah satunya di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Sabtu (28/10) lalu.

Film tersebut, sebutnya, mengandung pesan supaya tidak golput pada Pemilu 2024. “Kami sampaikan pesan bahwa mahasiswa atau gen Z jangan sampai menyia-nyiakan hak pilihnya. Sebab, satu suara sangat menentukan pemimpin kita ke depan,” bebernya.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, menambahkan, data pemilih milenial dan gen Z di NTB dari sisi persentase mendekati jumlah secara nasional. “Di bawah 40 tahun, pemilih milenial dan gen Z secara nasional 116 juta atau 56 persen. Kalau di NTB cuma 54 persen atau 2,1 juta,” ungkapnya. “Merekalah porsi terbesar pemilih kita, dari generasi mereka,” sambungnya.

Sebagai informasi, generasi milenial atau generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-1996. Gen Z mengarah pada mereka yang lahir antara tahun 1997-2000-an. Saat ini dua generasi ini tumbuh besar dan dinyatakan memenuhi syarat untuk memilih. Dalam sosialisasi, salah satu strategi menyampaikan informasi tentang kepemiluan adalah menyasar anak-anak SMA dan mahasiswa.

Data ini, ulasnya, perlu diketahui parpol peserta Pemilu 2024. Mereka dinilai perlu menyesuaikan diri dan menyiapkan strategi yang sesuai dengan segmen pemilih dominan ini. Begitu juga dengan KPU, agar partisipasi pemilih tetap di angka yang tinggi, dan dapat menjadi legitimasi yang baik bagi demokrasi bangsa. “(Antara lain) lebih banyak menggunakan media sosial elektronik dan (dikombinasikan) manual,” sarannya.

Karena generasi milenial dan gen Z memberi porsi yang besar pada dunia digital dalam kesehariannya, ulasnya, ruang itu pula yang dapat dimaksimalkan untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi yang ingin dicapai pada Pemilu 2024. “Saya kira mungkin peraturan kampanye juga akan dilakukan perbaikan-perbaikan (sesuai dengan kondisi mayoritas pemilih),” tandas Suhardi. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.