Ayo, Tetap Semangat Basmi Corona, Jaga Disiplin Diri

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

MINGGU lalu muncul tagar yang viral di media sosial:

“INDONESIA TERSERAH!!!”. Banyak pihak termasuk sejumlah seniman mengulas tagar tersebut, yang mengecam sejumlah pihak. Mereka dianggap kurang disiplin dalam menghadapi virus Corona belakangan ini.

Read More

Tagar “INDONESIA TERSERAH”, sebagai suatu sikap keputusasaan pihak yang sudah bekerja keras seperti kalangan dokter, perawat dan petugas kesehatan. Mereka berjikbaku siang-malam di rumah sakit sampai tidak boleh bertemu keluarga karena terlalu banyak berdekatan dengan mereka yang terpapar Corona.

Pemerintah dengan sejumlah pejabat dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, Bendesa Adat dan tokoh-tokoh masyarakat juga bekerja keras bersama kalangan masyarakat berusaha menghentikan wabah yang mendunia itu.

Tetapi di balik itu, ada sejumlah masyarakat seperti acuh tak acuh. Tidak mau disiplin. Melanggar sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan. Ceramah mengumpulkan massa dengan caci-maki. Menjual bantuan sembako yang diberikan untuk dibelikan baju hari raya. Berkumpul, beramai-ramai di tempat umum. Melakukan upacara besar-besaran.

Semua aktivitas itu, bukan mengurangi wabah, namun menyuburkan berkembangnya wabah Corona. Ketidakpedulian ini menyebabkan pihak-pihak yang sudah bekerja keras utamanya petugas kesehatan menjadi marah. Muncullah tagar :”INDONESIA TERSERAH!!!”.

Di sebuah negara di Afrika, mayat bergelimangan di jalanan akibat masyarakat tidak mau disiplin, diam di rumah, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah. Jaga jarak dengan sesama,  rajin cuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer. Rakyat negeri itu liar, tidak peduli arahan pemerintahnya.

Akhirnya mereka mati sia-sia “dimakan” Corona, sampai negara kewalahan menanam mayatnya di kuburan. Apa yang terjadi? Mengerikan! Mayat berserakan di jalanan.

Apakah seperti itu Indonesia mau? Apakah seperti itu yang anda mimpikan untuk menghancurkan negeri tercinta ini? Rasanya tidak!.

Sebagian besar rakyat negeri ini….. Indonesia, pasti lebih menyayangi sanak keluarganya supaya jangan kena musibah Corona.

Saya yakin, kita mampu lebih mendisiplin diri sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Sepanjang hidup dan sejarah, kita pasti tetap akan merayakan hari penting agama. Melakukan upacara di tempat suci, beribadah sesuai keyakinan.

Hari esok masih panjang. Bagi umat Hindu misalnya. Setiap hari menghaturkan sesajen ke hadapan leluhur dan Tuhan-nya. Setiap enam bulan piodalan di pura dan  merajan.

Kali ini, mari semuanya itu…. sederhanakan!. Kelak, kalau sudah aman, lanjutkan sesuai dengan tradisi sebelumnya asal memiliki dana untuk itu.

Hentikan putus asa! Mereka yang masih koar-koar di medsos belum dapat bantuan, hubungi aparat terdekat, pasti dibantu! Jaga kesehatan, sebab kesehatan cukup mahal! [Made Nariana/POSBALI]

Catatan

###Kalau ada, cari mayat bergelimangan di Etiopia Afrika karena tidak disiplinnnnnnn

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.