Atasi Kelebihan Produksi Salak, Karangasem Formulasikan Solusi Jangka Panjang

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: nad
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. foto: dok

KARANGASEM – Merosotnya harga buah salak di Karangasem beberapa waktu terakhir membuat petani salak dan pengepul salak di Karangasem susah tersenyum. Untuk mengatasi persoalan klasik tersebut, Pemkab Karangasem mengaku memformulasikan solusi untuk jangka panjang. Janji itu disampaikan Bupati Karangasem, I Gede Dana, Senin (8/3/2021).

Dana mengatakan, selaku pemerintah, dia sangat sedih melihat kondisi harga salak seperti ini. Meski kasihan terhadap petani, dia mengakui kondisi ekonomi yang lesu dihajar Covid-19 membuatnya belum bisa berbuat banyak. Apalagi dia baru dilantik setelah beberapa hari. Padahal dia ingin bagaimana supaya hasil perkebunan salak bisa dijual lintas kabupaten. 

Bacaan Lainnya

“Kami hanya bisa mengimbau saat ini agar masyarakat Karangasem khususnya, gunakanlah buah lokal, terutama salak. Bantu petani-petani kita, bantu saudara-saudara kita ketika panen. Salak agar digunakan pada saat upacara,” pesannya saat ditemui di kantor Bupati Karangasem.

Dana menjelaskan, pemerintah tidak bisa membuat solusi jangka pendek. Sebab, tidak mungkin pemerintah mampu membuat pabrik pengolahan salak seperti jadi makanan atau minuman wine. Untuk jangka panjangnya, dia berkata Pemkab sudah memformulasikan dengan membantu badan usaha milik daerah menampung hasil usaha pertanian.

Baca juga :  Datangi DPRD Gianyar, Warga Pakudui Kangin Siap Damai 

“Hari ini kami imbau agar saat upacara keagamaan seperti menjelang Tawur Kesanga dan Nyepi menggunakan buah lokal, salah satunya salak bali. Jangan pakai buah-buahan imporlah,” ajaknya. Seorang pedagang salak, Sudita, berkata saat ini harga salak biasa berada di kisaran Rp3.000 per kilo di Karangasem. Jika dijual ke luar Karangasem harganya sedikit meningkat. “Tadi saya jual ke Denpasar per kilo harganya 8.000 rupiah,” ucapnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.