Arus Balik Lebaran, Pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk Diperketat

PETUGAS saat melakukan pemeriksaan di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (26/4/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, JEMBRANA – Arus balik menuju Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai terlihat ramai sejak H+1 Lebaran. Namun, jumlah arus balik tidak sepadat arus mudik beberapa hari yang lalu.

Beberapa penumpang yang sebelumnya melaksanakan mudik, mulai terlihat turun dari kapal yang bersandar di dermaga Gilimanuk yang didominasi pemudik yang menggunakan sepeda motor, trevel serta bus. Jajaran Mapolres Jembrana pun memperketat pemeriksaan kendaraan yang baru turun dari kapal di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk. Hal tersebut guna mengantisipasi penyelundupan barang-barang terlarang yang masuk Bali.

Read More

Sejumlah warga yang sebelumnya berlebaran di kampung halaman di Pulau Jawa, bersiap kembali ke Pulau Bali.Umumnya pemudik yang telah kembali ke Bali sejak H +1 Lebaran, rata-rata karyawan swasta dan pegawai negeri, Polri dan TNI yang harus segera melaksanakan tugasnya.

Selain itu, penumpang pejalan kaki juga sudah mulai terlihat turun dari setiap kapal yang bersandar di Gilimanuk, termasuk beberapa bus yang masuk Bali terlihat sudah sarat penumpang. “Ini mulai tampak ramai lagi. Bisa dipastikan hari-hari berikutnya penumpang kapal akan lebih padat lagi,” kata Eko, salah seorang petugas Pelabuhan Gilimanuk.

Sementara itu, Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Rabu (26/4/2023) mengatakan, pihaknya sudah melakukan penebalan personel saat arus balik sebanyak 45 personel untuk membantu di pos pemeriksaan kedatangan. “Kami sudah menambah personel untuk mengantisipasi barang terlarang maupun surat-surat kendaraan yang akan masuk Bali di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk,” katanya.

Lebih lanjut AKBP I Dewa Gde J mengatakan, penambahan personel juga bertujuan masyarakat masuk Bali menjadi lebih cepat dan mencegah antrean di dalam wilayah pelabuhan. “Selain memantau arus balik dari Jawa, kami juga memantau arus balik wisatawan yang datang dari arah timur (Denpasar) yang akan meninggalkan Bali,” jelasnya.

Dia berharap dengan mempertebal keamanan di pelabuhan bisa mencegah masuknya barang terlarang ke Pulau Dewata, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga dengan baik. “Kami hatapkan juga kepada masyarakat untuk bekerjasama dan melaporkan jika melihat hal-hal yang mencurigakan di sekitar pelabuhan,” tegas Kapolres Jembrana.

Sementara itu, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Djumadi, mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh mulai pada hari Selasa (25/4/2023) pukul 08.00 WIB sampai hari Rabu (26/4/2023) pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang dan pejalan kaki masuk ke Pelabuhan Gilimanuk H+2 dari Ketapang tercatat sebanyak 46.633 orang.

“Peningkatan pada saat di H+1 ada sebanyak 43.086 orang, sedangkan kendaraan baik roda dua, roda empat, bus serta truk di H+2 sebanyak 10.468 unit yang sebelumnya pada H+1 sebanyak 7.040 unit,” paparnya.

Sementara jumlah penumpang dan pejalan kaki yang meninggalkan Bali di H+2 sebanyak 32.280 orang, di H+1 sebanyak 28.374 orang, sedangkan kendaraan baik roda dua, roda empat, bus serta truk di H+2 sebanyak 6.875 unit, saat di H+1 kendaraan meninggalkan Bali sebanyak 6.428 unit. “Diperkirakan puncak arus balik ini terjadi hingga haru libur tanggal 2 Mei mendatang,” pungkasnya. man

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.