Anggaran Penataan Abrasi Pantai belum Disusun, Ini Target PUPR Badung

  • Whatsapp
PETUGAS DLHK Badung saat memotong pohon perindang yang tumbang terkena abrasi. foto: gay

MANGUPURA – Rencana Dinas PUPR Badung menata abrasi Pantai Kuta, Kamis (19/11/2020) ternyata belum dilakukan. Pantauan lapangan hingga Kamis sore tak ada alat berat maupun tenaga yang datang ke lokasi. Hanya di pagi hari, petugas DLHK memotong pohon perindang pantai yang tumbang akibat abrasi.

Kadis PUPR Kabupaten Badung, IB Surya Suamba dikonfirmasi mengaku segera melakukan penanganan kondisi abrasi, setelah sosialisasi dengan pihak Lurah, Desa Adat dan LPM Kuta. Sosialisasi itu untuk meminta dukungan.

Bacaan Lainnya

“Kami harap nanti ada peran partisipasi masyarakat dalam mendukung kelancaran proses penanganan abrasi. Sabtu (21/11/2020) ini alat berat dan tenaga manual akan kita kerahkan memulai pekerjaan,’’ terangnya.

Disinggung alokasi anggaran, pihaknya mengaku belum menyusun. Sebab pembiayaanya nanti menyesuaikan apa yang dikerjakan nanti di lapangan. Dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya menyewa alat dan personel untuk mengerjakan. Mereka akan digaji harian dan masing-masing lokasi berbeda tim pengejaannya. ‘’Target kami pertengahan Desember ini semuanya agar selesai penanganan abrasi itu,’’ ujarnya.

Penanganan abrasi pantai bukan hanya Pantai Kuta melainkan juga pantai Legian, Seminyak, Tanjung Benoa dan pantai di Kelurahan Benoa. Karena kawasan pantai tersebut juga mengalami abrasi. Namun fokusnya di Pantai Kuta arena paling parah.

Baca juga :  Debat I, Paslon Pilkada Denpasar Diuji Strategi Pengendalian Corona

‘’Jadi pengerjaanya menyentuh titik tertentu berdasarkan kondisi abrasi. Yang mana kondisinya perlu ditata, itu yang kita sentuh. Kita hanya meratakan kondisi pasir saja,’’ paparnya.

Langkah cepat penanganan abrasi yang dilakukan Pemkab Badung melalui Dinas PUPR mendapatkan apresiasi dari salah seorang tokoh masyarakat Kuta, Gusti Anom Gumanti.

Pasalnya, kondisi pantai di Badung yang terkena abrasi, khususnya di Pantai Kuta memang perlu penanganan segera. Terlebih abrasi belakangan ini terus terjadi, bahkan kini kondisinya lebih parah dibandingkan sebelumnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.