Anda Tahu Café Tahu Luwus? Ternyata Pemiliknya Menyembuhkan Banyak Orang, Lho Kok Bisa?

SALAH seorang pasien sedang ditangani Uncle Jeck. foto: ist

Penulis : Made Nariana

MASYARAKAT Bali atau turis lokal yang sering rileks ke Budugul pasti tahu Café Tahu. Café itu berlokasi di seputar Desa Luwus Baturiti, pinggir Jalan Denpasar-Bedugul. Sebelum ke Budugul atau setelah dari Bedugul banyak yang singgah ke Café itu menikmati berbagai masakan dengan cita rasa yang enak.

Read More

Café yang menunya semua berasal dari tahu ternyata memiliki keistimewaan. Selain makanannya enak, siapa nyana pemiliknya adalah seorang yang dapat menyembuhkan banyak orang di Bali ini dengan pengobatan alternatif. Namanya dikenal sebagai Uncle Jeck (paman Jeck).

Jeck dengan perawakan subur, selama tiga tahun belakangan ini memiliki profesi baru — selain menjadi owner Café di daerah Luwus. Jeck dikenal melakukan therapi terhadap setiap orang yang sering mengalami penyempitan pembuluh darah. Atau sakit lutut, antara lain karena karena usia atau akibat kecelakaan misalnya. Tentu juga sakit lain seperti struk dan lain-lainnya.

Nyoman Arya asal Mengwi yang kini kenal baik dengan Jeck mengatakan, ia sembuh berobat di sana. Kini banyak sahabatnya diajak berobat ke Café Tahu Luwus.

“Anggaplah pasien sering mengeluh sakit pinggul atau pinggang. Sering divonis penyempitan urat syaraf. Sudah ke mana-mana, ke dokter, dukun dan pijat berulang kali.Tetapi tidak sembuh. Boleh dicoba bawa ke Café Tahu. Ruang prakteknya khusus di pinggir kali,” tutur Arya.

Ia mengaku tidak kenal sebelumnya dengan Jeck. Tetapi membaca dari sebuah situs/akun ada orang dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Arya pun langsung mencoba, dan bahkan sekarang ingin menjadi pengikut Uncle Jeck.

Jeck sendiri mengatakan, silahkan yang sakit datang ke sini. “Kalau hanya pegel, silahkan ke tukang pijat. Kalau yang benar-benar sakit, saya akan coba menyelesaikan,” katanya usai mengurut seorang ibu pensiunan pegawai negeri yang mengaku sudah lama menderita sakit nyeri lutut.

Pasien Jeck dari mana-mana seluruh Bali. Malahan Minggu, 3 September 2023 ada dari Badung dan Karangasem. Juga banyak pasien dari Nusa Penida. Barangkali ada yang bertanya, seusai bertemu dengan Paman Jeck bayarnya berapa? Apa bawa canang diisi sari atau bayar cash?

Selama ini Jeck tidak mau menerima bayaran se-sen pun. Ia melakukan pengobatan dengan sukarela. Sama sekali tidak mau atau menolak menerima bayaran apa-apa.
Kalau sehabis itu pasien mau sekadar minum di Cafenya silakan. Kalau tidak, juga nggak apa-apa. Sukarela juga!

Sebelum melakukan dan “mengerjakan” badan pasien, Jeck selalu bertanya apa sudah ke dokter? Apa hasilnya? Dan apa dibilang penyakitnya? Hasil dari dokter akan selalu dipakai rujukan mentherapi tubuh pasiennya.

Pendek cerita banyak yang merasa terbantu setelah bertemu Uncle Jeck. Silakan dicoba, sebab tergantung juga anda percaya atau tidak?

Pengobatan alternatif, memerlukan keniscayaan untuk percaya atau tidak percaya. Banyak yang bilang, ke dokter saja juga ada yang cocok dengan dokter ini, atau ada yang bilang cocok dengan dokter itu. Pengobatan memerlukan keyakinan masing-masing. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.