KLU – 100 penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapatkan pelatihan dari Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) tentang penggunaan pastisida terbatas pada pertanian.
Sebagai pemegang pendaftaran dan produsen, Alishter dibentuk sebagai tindaklanjut koordinasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Industri Kimia Kementerian Perindustrian.
‘’Kami dari aliansi memberikan edukasi kepada petugas penyuluh yang membidangi pertanian atau penyuluhnya tentang penggunaan herbisida terbatas pakai,’’ ujar Safrizal, Direktur Pelaksana Alisther, di sela-sela memberikan materi kepada peserta pelatihan, Senin (4/7/2022).
Safrizal berkata, tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan mengelola pestisida secara baik dan benar agar dampaknya terhadap pengguna dan lingkungan bisa diminimalisir. Apa yang dikhawatirkan orang terkait dampak seperti keracunan, penggunaan pestisida yang tidak efektif bisa dikurangi.
Muaranya, kata dia, untuk upaya pengelolaan gulma terpadu serta pembangunan pertanian berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Kami Alishter sebagai asosiasi yang menaungi 53 anggota untuk menyelenggarakan pelatihan secara bersama di 42 lokasi kabupaten/kota di 21 provinsi tahun 2022 ini,” terangnya.
Dijelaskannya, Peraturan Menteri Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida mengamanatkan tentang penggunaan pastisida terbatas adalah orang yang sudah mengikuti pelatihan serta memiliki sertifikat. Inilah yang menjadi sasaran dari pelatihan yang dilaksanakan Alishter. Dengan aturan itu, pelatihan bisa di seluruh Indonesia.
Melalui pelatihan yang disebut materi kalibrasi, sebutnya, memberikan pengajaran kepada petani berapa jumlah yang disiapkan untuk satu luasan terkait kebutuhan kadarnya, kemudian berapa larutan pestisida yang disiapkan. Pestisida yang sudah terdaftar itu sudah pasti teruji mutunya, teruji efektivitasnya, dan tingkat keracunannya.
Untuk jumlahnya terdata lebih dari 500 pestisida secara umum. Kalau untuk produk terbatas tidak sampai 100 karena untuk mendaftarkan produk ini cukup banyak prosedur yang harus dipenuhi.
‘’Harapannya setelah melalui pelatihan ini output-nya masyarakat petani bisa memahami tujuan Alishter ini memberikan pemahaman tentang cara penggunaan hingga dampaknya dan sanksinya. Karena yang diutamakan dalam pelatihan ini adalah penyuluh PPT yang memilki binaan petani. Artinya semakin banyak binaannya semakin banyak yang paham,” ujarnya menandaskan. fik























