Alasan Ini, Batubulan Kangin Tegas Tolak Toko Modern

  • Whatsapp
PERBEKEL Batubulan Kangin, Wayan Alit Putra Atmaja. Foto: adi

GIANYAR – Desa Batubulan Kangin tidak tergoda iming-iming berdirinya toko modern atau minimarket berjejaring. Prinsip itu bisa terlihat dari tidak satu pun ada toko modern berdiri di wilayah tersebut. Hal itu diungkapkan Perbekel Batubulan Kangin, Wayan Alit Putra Atmaja, Kamis (13/1/2022).

Dia menuturkan, toko modern yang dimaksud tidak hanya yang berjejaring, tapi semua jenis toko modern sejenis. Intinya, menjaga agar ekonomi masyarakat kecil bisa berputar. “Di desa tyange (saya) tidak boleh toko modern masuk karena bisa mematikan pedagang tradisional. Sebab, pasti orang-orang memilih toko modern,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Kebijakan itu, jelasnya, berlaku di semua banjar yang ada di Batubulan Kangin yakni Banjar Puseh, Banjar Tangkeban, Banjar Kenanga, Banjar Tampad, Banjar Buda Ireng, Banjar Delod Rurung, Banjar Dajan Rurung, Banjar Mula dan Banjar Batu Aji. “Semua tidak tyang izinkan sama sekali, ampura (maaf),” tegasnya.

Meski kebijakan ini tidak populer, dia mendaku merupakan prinsip konsistensi desa dan dari kades terdahulu sampai ke dia saat ini. “Setiap ada yang mau buka toko modern kami tolak mentah-mentah. Tujuannya sederhana, biar warung meme-meme (ibu-ibu) saya di desa terus hidup, itu saja,” lugasnya.

Baca juga :  Senkom Mitra Polri Siap Bantu Pemkot Beri Pengamanan

Terkait tanggapan masyarakat, dia mengklaim kebijakannya itu didukung karena masyarakat paham apa tujuan di balik itu. Dia juga mengedukasi masyarakat tentang larangan tersebut ke warga, terutama kepada anak-anak muda, agar mereka bisa memahami.

“Boleh ditanya sama anak muda kami Pak. Ini teladan dari Perbekel terdahulu kami, Jro Mangku Swarjaya,” terangnya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.