Unud Segera Terapkan Tanda Tangan Elektronik

  • Whatsapp
WAKIL Rektor Unud, Prof. IGB Wiksuana, saat memberi sambutan pada sosialisasi TTE secara daring, Kamis (13/1/2022). Foto: ist
WAKIL Rektor Unud, Prof. IGB Wiksuana, saat memberi sambutan pada sosialisasi TTE secara daring, Kamis (13/1/2022). Foto: ist

DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) menggelar Sosialisasi Implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang berlangsung secara daring, Kamis (13/1/2022). Sosialisasi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unud, Prof. IGB Wiksuana. Acara ini dihadiri para Kepala Biro, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, BPU, Direktur RS Unud, para Kepala UPT dan USDI, para Koordinator Prodi, dan para Koordinator Bagian.

Prof. IGB Wiksuana menyampaikan, fokus utama Unud untuk menerapkan TIK yang menyeluruh di berbagai aspek kegiatan civitas adalah untuk meningkatkan efektivitas, reliabilitas, akurasi, dan efisiensi kerja. Salah satu inovasi terkini yang beberapa waktu lalu telah diluncurkan adalah penerapan TTE di tiga sistem di Unud, yaitu Sistem Informasi Manajemen Dosen (Simdos), Sistem Informasi Manajemen Akademik (Simak), dan Sistem Informasi Arsip, Surat, dan Agenda (Siraisa).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, kebijakan penerapan TTE ini oleh Rektor Unud berlandaskan aspek hukum yang berlaku di Indonesia. Legalitas tanda tangan elektronik di Indonesia sudah memiliki payung hukum melalui UU Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 11 Ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 Pasal 52 Ayat 1 dan 2 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. “Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan dan akibat hukum yang sah selayaknya tanda tangan manual,” jelas Prof. Wiksuana.

Baca juga :  Rayakan HUT Ke-61, Pemuda Pancasila Ikut Bangkitkan Ekonomi Pada Masa Pandemi

Lebih lanjut dipaparkan, manfaat-manfaat utama penerapan TTE di lingkungan Unud ini antara lain hemat waktu yang dapat dilihat dari sisi waktu yang dibutuhkan. Pimpinan dapat memberikan TTE  di mana saja dan kapan saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Hemat biaya, yakni anggaran khusus untuk pembelian kertas, pulpen, tinta printer, hingga rak penyimpanan akan menurun secara signifikan. Lebih aman, yakni peningkatan keamanan dengan meniadakan risiko pemalsuan dokumen dan pemalsuan tanda tangan.

Selain itu, tanda tangan elektronik juga meminimalisasi risiko dokumen rusak atau hilang. “Pastinya, dokumen yang ditandatangani secara elektronik juga lebih terjaga kerahasiaannya karena proses pengiriman terjadi secara langsung dan privat tanpa melibatkan pihak ketiga,” katanya rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.